Di masa kekuasaan as-Sisi, mantan diktator Mubarak mendapat angin segar. Ia hanya terjerat kasus korupsi dengan hukuman tahanan rumah 3 tahun

Mantan Presiden Mesir Husni Mubarak akan segera menghirup udara bebas. (REUTERS)
Mantan Presiden Mesir Husni Mubarak akan segera dibebaskan dari penahanan di sebuah rumah sakit militer.

Jaksa memutuskan membebaskan diktator yang pernah berkuasa di Mesir selama 30 tahun itu. Pengacara dan sumber di pengadilan membenarkan kabar tersebut.

"Dia akan pulang ke kediamanya di Heliopolis", kata pengacara Mubarak, Farid El Deeb.

Farid memperkirakan, setelah dibebaskan, Mubarak baru akan pulang pada besok atau lusa.

Mubarak mulai berkuasa di Mesir pada 1981. Ia yang kini berumur 88 tahun itu menggantikan Anwar Sadat yang terbunuh pada 6 Oktober 1981. Sebelumnya Mubarak menjabat sebagai wakil presiden.

Tahun 2011, Mubarak mengundurkan diri setelah Mesir diguncang aksi demo besar-besaran.

Aksi yang digalang kaum Middle Class tersebut mendesak Mubarak mundur dari jabatan yang telah dipegangnya selama tiga dekade.

Kekuasaan kemudian diserahkan kepada militer agar dilakukan transisi politik lewat pemilu yang dimenangkan IM.

Mubarak diproses hukum atas tuduhan keterlibatan pembunuhan ratusan demonstran serta kasus korupsi selama berkuasa.

Selama proses itu, kondisi kesehatannya terus menurun sehingga harus menjalani perawatan intensif. Mubarak bahkan pernah dikabarkan mengalami koma.

Juni 2012, Mubarak dinyatakan bersalah atas pembunuhan demonstran dan dijatuhi hukuman penjara seumur hidup. Ia kemudian dipindahkan ke penjara Tora di Kairo Selatan.

Pada 2013, Mubarak dikeluarkan dari sel penjara dan dikenakan tahanan rumah di rumah sakit militer karena pertimbangan kesehatan.

Saat menjalani masa hukuman, tahun 2014 ia dikenai tuduhan baru yakni penggelapan. Mubarak divonis penjara tiga tahun dalam kasus ini.

Di tahun yang sama, pengadilan ulang atas kasus pembunuhan dan korupsi digelar. Hasilnya, ia dinyatakan terbebas dari segala tuduhan.

Namun kasus penggelapan terus berjalan. Vonis tiga tahun diperkuat keputusan pengadilan banding dalam kasus penggelapan. Ini menjadi satu-satunya dakwaan yang menjerat Mubarak.

Karena rezim Mesir membebaskannya dari dakwaan keterlibatan pembunuhan demonstran.

Apa yang dialami Mubarak berbeda dengan nasib mantan presiden Muhammad Mursi yang digulingkan oleh kudeta as-Sisi.

Mursi dijerat berbagai kasus berat, ancaman hukumannya penjara seumur hidup hingga vonis mati. (CNN Indonesia/Al-Jazeera/rslh)
Share To:

Taufiq Akbar Wardiana

Berita dan informasi dengan sudut pandang Islam

Post A Comment:

0 comments so far,add yours

Note: only a member of this blog may post a comment.