Malaysia adalah salah satu negara yang sangat berat untuk menjalani hidup sebagai pemeluk Syi'ah, karena telah difatwa sesat dan menyesatkan

Penganut Syi'ah di Malaysia lakukan ritual
Malaysia adalah salah satu negara yang sangat berat untuk menjalani hidup sebagai pemeluk Syi'ah, karena telah difatwa sesat dan menyesatkan.

Pemerintah melalui fatwa ulama di kerajaan itu melarang keras syiar atau penyebaran ajaran sekte tersebut. Bahkan sebagai sanksi dapat dikenakan penangkapan bagi yang melanggar.

Menurut Anggota Panel Pemikir Pejabat Kemuftian Selangor, Dr. Arifin Ismail, dalam konstitusi Malaysia, Islam merupakan agama pemerintahan atau kerajaan.

Dan disebutkan, bahwa kerajaan atau pemerintahan wajib melindungi agama dari aliran-aliran sesat yang merusak Islam. Dengan kata lain, menjaga kemurnian agama Islam.

“Jadi secara konstitusi dan kelembagaan kita sudah kuat”, ujarnya kepada Hidayatullah di Jakarta, beberapa waktu lalu.

Ismail mengungkapkan, Syi'ah tidak sama dengan ajaran Ahlus Sunnah Wal Jama’ah. Selain itu, pelarangan Syi'ah bukan soal ajaran semata tapi juga menyangkut keamanan negara.

“Artinya kalau orang Iran datang ke Malaysia ya tidak masalah. Selama tidak menyebarkan atau mensyiarkan ajaran Syi'ah, karena (penyebaran) akan menganggu kenyamanan serta pertahanan nasional Malaysia”, paparnya.

“Kita menjaga keamanan dan keselarasan masyarakat. Itu saja sebetulnya. Secara individu terserah”, tambahnya.

Ismail menyatakan, di Malaysia yang namanya fatwa otomatis menjadi hukum positif. Maka siapapun yang berlawanan dengan hukum akan dikenakan sanksi.

“Sampai tingkat penangkapan. Di Selangor beberapa kali sempat terjadi”, imbuhnya.

Tidak hanya kegiatan, pelarangan Syiah di Malaysia juga menyasar buku-buku dan tulisan yang mana tidak boleh dijual atau disebarluaskan.

Sedangkan untuk teknis penegakan hukumnya, dikuasakan kepada Kemenag daerah masing-masing.

“Kalau untuk sosialiasi fatwa, kita sampai bentangkan spanduk-spanduk di masjid-masjid, poster, khotib, dan sebagainya. Sehingga orang juga tahu dan sadar akan fatwa sesat”, pungkasnya. (Hidayatullah)
Share To:

Risalah Media

Berita dan informasi dengan sudut pandang Islam

Post A Comment:

0 comments so far,add yours

Note: only a member of this blog may post a comment.