20 orang di kabupaten Badung, Bali, dilarikan ke rumah sakit akibat infeksi bakteri meningitis dari Babi

Ilustrasi Babi/Khinzir
20 Warga Desa Sibang Kaja di Kecamatan Abiansemal, Kabupaten Badung, Bali, diduga terjangkit bakteri Meningitis Streptococcus Suis (MTS). Hal itu sontak membuat heboh.

Mereka terpaksa dilarikan ke rumah sakit usai menyantap masakan lawar Babi. Gejala dialami mirip chikungunya.

Dinas Kesehatan (Diskes) Kabupaten Badung mengaku sudah melakukan penelitian terhadap puluhan warga yang terkena penyakit aneh tersebut.

Dari hasil laboratorium menyatakan puluhan warga tersebut positif terkontaminasi bakteri Meningitis Streptococcus Suis (MTS).

"Iya, ciri-ciri penyakit ini menyerupai deman berdarah atau chikungunya", ujar Kepala Diskes Badung dr I Gede Putra Suteja, Sabtu (11/3).

Menurutnya, penyakit diakibatkan setelah mengkonsumsi daging Babi yang diolah secara tidak benar. Gejala penderita biasanya diawali dengan demam, nyeri dan kejang.

"Beda chikungunya dan DB karena gigitan nyamuk, sedangkan kalau meningitis karena bakteri dari daging Babi yang pengolahannya kurang bagus atau kurang matang", jelasnya.

Selain ditemukan di Badung, penyakit MTS juga merambah ke sejumlah daerah di Bali.

"Penyakit serupa juga ditemukan di beberapa kabupaten, seperti Denpasar, Tabanan, dan Singaraja", ungkapnya.

Yang pasti, ungkap Suteja, penyakit MTS tidak akan menular jika tidak memakan pemicu yang sama.

"Ini tidak ada indikasi penularan kalau tidak memakan pemicu yang sama", terangnya.

Untuk mencegah penularan penyakit ini, Suteja mengimbau masyarakat mengolah daging Babi dengan baik sebelum dikonsumsi, sehingga tidak terjangkit bakteri MTS. (Merdeka)
Share To:

Taufiq Risalah

Berita dan informasi dengan sudut pandang Islam

Post A Comment:

0 comments so far,add yours

Note: only a member of this blog may post a comment.