"Wajib berhijab. Tapi model hijab tak hrs spt model orng Arab. Kebaya yg dipakai muslimat NU dgn kerudung yg tak spt ninja itu jg hijab kok", kata @mohmahfudmd

Screenshoot cuitan Mahfud MD (@mohmahfudmd)
Akun Twitter mantan ketua Mahkamah Konstitusi sekaligus menteri di era pemerintahan Gusdur, Mohammad Mahfud MD, membuat kontroversi di media sosial, Rabu (1/3).

Kontroversi bermula ketika ia mengangkat nama Amira al-Taweel, seorang wanita dari Arab Saudi yang tidak mengenakan jilbab di kesehariannya.

Masalahnya ialah, cuitan Mahfud menyebut Amira sebagai "anak Raja Salman".

"https://youtu.be/QlNoxVFTszc  Ini puteri Ameera, anaknya Raja Salman. Tidak pakai hijab kok tak dipersoalkan? Kalau disini dikafir2kan loh", tulisnya.

Sontak saja netizen menyebut Mahfud menyebar berita hoax yang dikait-kaitkan kepada Raja Salman. Karena Amira bukan putri sang Raja.

Amira hanya mantan istri pangeran kaya al-Waleed bin Talal, keponakan Raja Salman.

Sedangkan wanita itu tampak tidak memakai jilbab saat berada di luar negeri, atau di luar yurisdiksi hukum syariah Saudi.

Dari Amira, perang cuitan di akun @mohmahfudmd kemudian bergeser ke masalah perbedaan definisi jilbab.

Bahkan Mahfud MD berfatwa bahwa pakaian Najwa Shihab tidaklah "melanggar syariat Islam". Najwa sendiri membiarkan rambutnya terbuka.

Menurut penalarannya, cara berpakaian Najwa Shihab harusnya tidak dipermasalahkan jika penampilan Amira digunakan sebagai pembanding, yang dianggap Mahfud sebagai representasi "putri Kerajaan Saudi".

"Soalnya ketika melalui akun ini sy bilang pakaian Najwa Shihab sdh Islami, eh, diserang ramai2 sampai mem-bawa2 ayahnya. Bgmn dgn Ameera?", kata Mahfud.

"Keluarga sy sjk kecil semua berhijab tp sy anggap itu soal kenyamanan sj. Pakaian spt Ameera dan Nejwa pun mnrt sy tak brtntangan dgn Islam", lanjutnya.

Tapi, Guru Besar Hukum Tata Negara itu terus dikritik netizen karena 'keukeuh' tak kunjung meralat penasaban Amira ke Raja Salman.

Uniknya, sejumlah pengguna Twitter menyatakan keraguan akun @mohmahfudmd dipegang oleh Mahfud MD, dan menduga telah dibajak.

Pembahasan Amira dilompati, Mahfud kemudian menyoroti tentang model hijab dan pemakaian di Indonesia.

"Wajib berhijab. Tapi model hijab tak hrs spt model orng Arab. Kebaya yg dipakai muslimat NU dgn kerudung yg tak spt ninja itu jg hijab kok", katanya.

"Siapa yg bilang model cadar salah? Pakai aaja kalau mau. Saya hanya bilang model hijab tak hrs spt itu. Bisa yg model Indonesia asal sopan", terangnya.

"Allah itu bkn desainer baju. Mana ada model baju buatan Allah? Allah hny mengharuskan berhijab, soal design/modelnya itu urusan manusia", lanjutnya.

Mahfud berpendapat, model kerudung yang masih menunjukkan bagian rambut itu sudah "termasuk kategori hijab", dengan mengambil contoh istri-istri Presiden RI.

"Kita sependapat berhijab itu wajib. Tp hijab tak hrs model ninja. Model Bu Fatmawati Soekarno, Bu Habibie, Bu Sinta Nuriah itu jg hijab", Mahfud mengklaim.

Perlu diketahui, akun Twitter @mohmahfudmd memiliki pengikut hingga 1,35 juta. Tapi belum mendapat tanda centang biru verifikasi oleh Twitter.

Cuitan akun Mahfud MD itu ikut meramaikan tema 'putri Amira tanpa jilbab' di media sosial yang mengiringi kedatangan Raja Salman ke Indonesia.

Arab Saudi sendiri menerapkan aturan ketat soal cara berpakaian perempuan di ruang publik.

Di dalam negeri, sosok Amira dan mantan suaminya, pangeran al-Waleed, yang cenderung sekuler dan kebarat-baratan menjadi kontrovesi di masyarakat Islamis puritan.
Share To:

Risalah Media

Berita dan informasi dengan sudut pandang Islam

Post A Comment:

0 comments so far,add yours

Note: only a member of this blog may post a comment.