Ancaman kesehatan dimulai sejak manusia masih berada di dalam rahim

anak-anak mencari botol plastik di Sungai Bagmati, Kathmandu, yang tercemar. (22/3/2013. Reuters)
Seperempat dari kematian balita di dunia disebabkan oleh lingkungan yang tidak sehat atau tercemar, menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada Senin (6/3).

Faktor penyebab kematian diantaranya adalah air dan udara yang kotor, asap rokok, serta kurangnya kebersihan yang memadai.

Lingkungan tercemar dapat menyebabkan diare, malaria dan radang paru-paru, menurut laporan WHO. Penyakit ini membunuh 1,7 juta anak per tahun.

"Lingkungan yang tercemar sangat mematikan, terutama bagi anak-anak", ujar Direktur Jenderal WHO Margaret Chan.

"Organ dan sistem kekebalan tubuh yang masih berkembang, serta tubuh dan saluran udara yang lebih kecil, membuat mereka rentan terhadap udara dan air kotor", jelasnya.

Dalam laporan "Mewarisi dunia berkelanjutan: Atlas kesehatan anak-anak dan lingkungan", dikatakan tentang ancaman kesehatan dimulai sejak manusia masih berada di dalam rahim.

Lalu bisa berlanjut ketika bayi dan balita terpapar polusi udara maupun menjadi perokok pasif.

Sehingga meningkatkan risiko mereka terjangkit pneumonia serta penyakit pernapasan kronis seperti asma. Polusi udara juga meningkatkan risiko penyakit jantung, stroke dan kanker.

Laporan juga mencatat, anak-anak dapat terkena diare dan pneumonia akibat kurangnya akses air bersih dan sanitasi layak di rumah.

Juga bahaya paparan asap dari bahan bakar polutif seperti batu bara atau sisa makhluk hidup yang masih digunakan.

Selain itu, bahan kimia berbahaya menambah deretan risiko melalui makanan, air, udara dan produk di sekitar mereka.

Maria Neira, ahli kesehatan masyarakat dari WHO mendesak pemerintah berbuat lebih bagi keamanan anak-anak.

"Program menghilangkan risiko lingkungan kotor pada kesehatan, seperti peningkatan kualitas air atau penggunaan bahan bakar bersih, akan menghasilkan manfaat kesehatan yang besar", katanya. (Reuters)
Share To:

Taufiq Akbar Wardiana

Berita dan informasi dengan sudut pandang Islam

Post A Comment:

0 comments so far,add yours

Note: only a member of this blog may post a comment.