Organisasi Akuntansi dan Audit untuk Lembaga Keuangan Islam Bahrain (AAOIFI) melakukan review standarisasi Murabahah agar mendorong komrsialisasinya

Ilustrasi anti riba (thomaswhite.com)
Salah satu badan pengatur standar keuangan Islam telah mengeluarkan rancangan standar murabahah.

Rancangan ini bertujuan memperbarui pedoman alat pembiayaan yang digunakan oleh bank syariah.

Organisasi Akuntansi dan Audit untuk Lembaga Keuangan Islam Bahrain (AAOIFI) melakukan review standarisasi agar mendorong konvergensi praktik industri dan meningkatkan konsumen.

Standar yang diusulkan akan menggantikan dua standar murabahah sebelumnya.

Ini akan mencakup hal baru seperti perlakuan akuntansi dalah hal kewajiban dari akad transaksi murabahah, menurut AAOIFI.

AAOIFI menunggu umpan balik industri terkait rancangan ini hingga akhir Maret. Mereka berencana mengefektifkan versi finalnya pada Januari 2019 mendatang.

AAOIFI memilih mengembangkan pedoman terpisah pada murabahah berbasis komoditas, yang juga dikenal sebagai Tawarruq.

Murabahah adalah perjanjian jual-beli antara bank dengan nasabah.

Bank syariah membeli barang yang diperlukan nasabah, kemudian menjualnya kepada nasabah itu dengan harga lebih tinggi sesuai hitungan keuntungan yang disepakati kedua pihak.

Kelebihan harga harus diketahui terlebih dahulu oleh kedua belah pihak agar mengurangi ambiguitas transaksi. Ini adalah konsep kunci dalam keuangan Islam yang menihilkan bunga/riba.

Dalam Tawarruq, pembeli sering menjual komoditinya langsung dari pasar. Tanpa kejelasan perpindahan kepemilikan dan akad utangnya. Pendekatan ini banyak digunakan oleh bank berlabel syariah.

Praktek tersebut dikritik oleh sejumlah ulama karena kurang memenuhi syarat proses ekonomi riil dan tidak jauh berbeda dari pinjaman riba.

AAOIFI mengatakan, standar akuntansi terpisah dalam Tawarruq memungkinkan penanganan masalah-masalah akuntansi dan akadnya sehingga memenuhi syarat.

Standar syariah memungkinkan transaksi berlangsung dalam situasi tertentu, tetapi jika tidak terkelola dapat menghambat praktiknya secara komersial. (Reuters)
Share To:

Taufiq Akbar Wardiana

Berita dan informasi dengan sudut pandang Islam

Post A Comment:

0 comments so far,add yours

Note: only a member of this blog may post a comment.