Milisi dukungan AS dilaporkan akan menyerahkan desa-desa dekat Manbij untuk "dikelola bersama" dengan rezim Assad

Milisi Kurdi YPG gunakan persenjataan buatan AS
Milisi dukungan AS di Suriah utara dilaporkan akan menyerahkan desa-desa dekat Manbij untuk "dikelola bersama" dengan rezim Assad, dalam perjanjian yang ditengahi Rusia.

Lokasi tersebut adalah front depan yang diincar kelompok oposisi dukungan Turki lewat operasi Euphrate Shield.

Desa-desa itu akan diserahkan kepada rezim dalam beberapa hari mendatang, seorang pejabat di Dewan Militer Manbij (MMC) kepada Reuters.

Pernyataan sebelumnya dari dewan itu menyebut, desa-desa akan diserahkan kepada pasukan penjaga perbatasan Suriah.

Namun kepada wartawan di Ankara, Menteri Luar Negeri Turki, Mevlut Cavusoglu, mengklaim laporan itu palsu.

Ia juga menambahkan, ada kesepakatan dengan Rusia bahwa kubu rezim dan oposisi tidak boleh saling bertempur di daerah itu.

Desa-desa di barat kota Manbij telah menjadi fokus serangan FSA dan Turki kepada MMC.

"Kami akan bergerak ke Manbij setelah operasi al-Bab selesai, tapi operasi belum dimulai. Kami tahu ada pasukan khusus AS di sana, dan kami ingin YPG pergi dari Manbij sesegera mungkin", kata Cavusoglu.

Dewan Militer Manbij adalah salah bagian dari SDF yang didominasi YPG Kurdi dan sejumlah kecil unsur Arab dan Turkmen. SDF merebut Manbij dari ISIS tahun 2016 lalu.

Sementara Ankara menganggap YPG sebagai afiliasi dari militan PKK yang memberontak di Turki. (Reuters)
Share To:

Risalah Media

Berita dan informasi dengan sudut pandang Islam

Post A Comment:

0 comments so far,add yours

Note: only a member of this blog may post a comment.