Kota Raqqah, Suriah, diharapkan bergabung dalam "sistem desentralisasi" pemerintahan federal kelompok Kurdi, setelah area itu direbut dari ISIS

Seorang petempur perempuan Kurdi
Kota Raqqah, Suriah, diharapkan bergabung dalam "sistem desentralisasi" pemerintahan federal kelompok Kurdi, setelah area itu direbut dari ISIS, menurut seorang politisi Kurdi terkemuka, Senin (27/3).

Saleh Muslim, wakil ketua partai PYD Kurdi Suriah, menyebut keputusan itu diserahkan kepada penduduk Raqqah.

Warga harus memutuskan masa depan mereka setelah kota diambil dari ISIS. Namun ia berharap, kota akan bergabung dengan sistem "demokrasi federal".

"Kami berharap (ini) karena proyek kami adalah bagi seluruh Suriah. Raqqah bisa menjadi bagian dari itu", ujar Saleh.

"Perhatian kami hanyalah agar warga dari Raqqa mengambil keputusan untuk semuanya", lanjutnya.

Sistem "Demokratis federal" bertujuan membangun tiga daerah otonom yang didirikan oleh kelompok Kurdi di utara Suriah.

Rencana sistem pemerintahan telah disetujui oleh majelis konstituante Desember lalu.

Saleh menambahkan, Raqqah perlu "ditangani secara ramah". Jika tidak, bisa membentuk "bahaya bagi Suriah".

Raqqah kini jadi fokus utama operasi anti ISIS di Suriah, oleh Pasukan Demokratik Suriah (SDF) dukungan AS.

SDF merupakan aliansi Kurdi dan Arab. Namun didominasi YPG Kurdi. Milisi YPG telah mengendalikan sejumlah besar utara Suriah.

Kelompok tersebut dan sekutunya berusaha membangun sistem desentralisasi pemerintahan di bekas daerah ISIS.

Proyek politik ini menjadi perhatian bagi Turki. YPG dan afiliasi politiknya, PYD, dinilai sebagai perpanjangan kelompok teroris PKK di selatan Turki. (Reuters)
Share To:

Risalah Media

Berita dan informasi dengan sudut pandang Islam

Post A Comment:

0 comments so far,add yours

Note: only a member of this blog may post a comment.