Pengangguran Iran saat ini berkisar pada angka 12,4%, menurut Pusat Statistik Iran. Naik 1,4 persen dari tahun sebelumnya. Atau menjadi sekitar 3,2 juta pengangguran

Pemimpin Tertinggi Syi'ah Iran Ayatollah Ali Khamenei (Reuters)
Pemimpin tertinggi Republik Syi'ah Iran, Ayatollah Ali Khamenei, pada Senin (20/3), menyebut kebijakan ekonomi pemerintah telah jatuh.

Ia menyerukan "perlawanan ekonomi" baru agar menciptakan lapangan kerja.

Komentar Khamenei ini memberi tekanan pada Presiden Hassan Rouhani, mengingat pemilihan umum Iran akan berlangsung Mei mendatang.

Kelompok garis keras Syi'ah yang dipimpin Khamenei berulang kali mengkritik Rouhani, terutama tentang kesepakatan nuklir.

Kesepakatan dibuat untuk membatasi kemampuan nuklir Iran, dengan "upah" pencabutan sejumlah sanksi ekonomi.

Perjanjian itu diharapkan dapat meningkatkan perekonomian Iran secara signifikan.

"Saya merasakan sakit yang diderita rakyat miskin dan kelas bawah dengan jiwa saya, terutama karena harga tinggi, pengangguran dan kesenjangan", ujar Khamenei dalam pesan masuknya tahun baru kelender Persia.

Tahun Baru Iran, atau Nowruz, adalah acara nasional yang paling penting di negeri Syi'ah itu. Menjadi pesan ekonomi oleh Khamenei.

"Pemerintah telah mengambil langkah-langkah positif tetapi itu tidak memenuhi harapan masyarakat dan saya", tambahnya.

Pengangguran saat ini berkisar pada angka 12,4%, menurut Pusat Statistik Iran. Naik 1,4 persen dari tahun sebelumnya. Atau menjadi sekitar 3,2 juta pengangguran, dari total usia produktif Iran.

Khamenei ingin menciptakan sebuah "perlawanan ekonomi", yaitu langkah-langkah yang membuat Iran lebih mandiri.

Hal ini bertentangan dengan kebijakan Rouhani dengan cara mencari investasi dan perdagangan internasional.

Dalam pesan Nowruznya, Rouhani mengklaim prestasi ekonomi pemerintahannya.

Ia juga menyerukan hak warga negara harus dihormati. Ini menunjukkan indikasi Rouhani akan maju lagi pada pemilu berikutnya.

"Apa yang kita capai soal pengendalian inflasi, (dan peningkatan) pertumbuhan ekonomi serta lapangan kerja dalam setahun ini, belum pernah terjadi sebelumnya selama 25 tahun terakhir", ujar Rouhani dalam pesan video, ditayangkan televisi pemerintah.

Sejumlah tokoh politik terkemuka, termasuk kepala badan pemilihan pemimpin tertinggi Iran Ayatollah Ahmad Jannati, juga mengkritik kebijakan ekonomi Rouhani.

Namun, hingga kini kaum konservatif Syi'ah belum menentukan calon presiden mereka.

Meskipun inflasi turun menjadi satu digit, dan PDB riil tumbuh sebanyak 7,4%. Tapi IMF melaporkan pertumbuhan sektor non-minyak Iran rata-rata berkisar hanya 0,9%. Mencerminkan kesulitan pembiayaan. (Reuters)
Share To:

Taufiq Risalah

Berita dan informasi dengan sudut pandang Islam

Post A Comment:

0 comments so far,add yours

Note: only a member of this blog may post a comment.