Khamenei sering mengklaim bahwa "kesetaraan gender" adalah bagian dari konspirasi Barat atau "Zionis" Israel

Pemimpin tertinggi Syi'ah Iran Ayatollah Ali Khamenei (Arab News)
Pemimpin Tertinggi Syi'ah Iran, Ayatollah Ali Khamenei mengklaim isu kesetaraan gender adalah "rencana Zionis" merusak peran perempuan dalam masyarakat.

Dalam pertemuan para penceramah Syi'ah, Khamenei meminta Iran menolak ide feminis dan menjadikan Fatimah (putri Nabi Muhammad) sebagai figur ideal.

Seperti diketahui, Fatimah dikultuskan menurut keyakinan Syi'ah dengan dianggap sebagai salah satu manusia yang maksum (bebas dosa, bebas kesalahan).

"Membuat wanita menjadi komoditas dan objek pemuasan di dunia Barat mungkin merupakan plot Zionis untuk menghancurkan masyarakat", ujarnya, menurut situs resmi pemimpin keagamaan Syi'ah.

"Hari ini, para pemikir Barat dan orang-orang yang mengejar isu kesetaraan gender, menyesali kesalahan yang telah dibawanya", kata Khamenei.

Khamenei menyatakan, pria dan wanita memiliki posisi yang setara dalam "hal spiritual, kekuatan kepemimpinan, dan kemampuan memimpin umat manusia".

Namun, beberapa tugas yang dibebankan pada perempuan justru "meruntuhkan dan mempermalukan" peran utamanya sebagai istri atau ibu rumah tangga.

Khamenei mengatakan, kesetaraan gender dalam negeri Iran tidak didasarkan pada kesalahan Barat.

Wanita Iran sangat dibatasi secara hukum dalam kehidupan pribadi maupun publik, seperti cara berpakaian, pembatasan program pendidikan tinggi, pekerjaan, dan kegiatan olahraga terbuka.

Kebebasan bergerak juga mendapat kontrol. Sebagai contoh, perempuan harus mendapat tanda tangan suami agar bisa ke luar negeri.

Banyak gerakan yang telah dibuat menentangnya, seperti "My Salthy Freedom" yang memerangi kewajiban berjilbab.

Mereka yang diduga melanggar "moralitas" ditangkap dan dipaksa meminta maaf kepada publik.

Perempuan juga bisa ditahan karena melanggar fatwa Khamenei mengenai larangan bersepeda bagi perempuan.

Menurut Khamenei, perempuan yang menarik perhatian laki-laki bertentangan dengan kesuciannya.

Beberapa wanita Iran lain ditangkap karena memposting foto "vulgar", yaitu foto tanpa jilbab, di Instagram.

Khamenei sering mengklaim bahwa "kesetaraan gender" adalah bagian dari konspirasi Barat atau "Zionis" Israel.

Berbeda dengan Muslim Sunni, Syi'ah di Iran menghalalkan kawin kontrak (Mut'ah) dengan perempuan lewat sejumlah "mahar" tertentu.

Praktek ini diduga menjadi aktivitas prostitusi berbalut agama. Mut'ah membuat wanita Syi'ah bisa digauli dengan perjanjian waktu tertentu.

Selain itu, Iran juga melegalkan "wanita transgender" lewat operasi. Akibatnya, para trangender ini pernah ketahuan masuk ke timnas sepakbola wanita Iran. (Arabnews/rslh)
Share To:

Taufiq Akbar Wardiana

Berita dan informasi dengan sudut pandang Islam

Post A Comment:

0 comments so far,add yours

Note: only a member of this blog may post a comment.