Pada sidang peninjauan 2016, Breivik mengatakan kondisi buruk di penjara. Ia mengeluh kopi dingin dan makanan yang buruk

Anders Behring Breivik (Reuters)
Teroris Norwegia, Anders Behring Breivik, kalah dalam persidangan hak asasi manusia di penjara, Rabu (1/3).

Breivik (38) seorang anti-Muslim serta neo-Nazi, membantai 77 orang pada Juli 2011. Ini adalah kejahatan terburuk di Norwegia.

Ia membunuh delapan orang dengan bom di Oslo, kemudian menembak mati 69 lainya pada pertemuan pemuda Partai Buruh.

Pengadilan banding mencoba membatalkan putusan pengadilan peninjauan dengan isu Breivik ditahan "secara tidak manusiawi".

"Pengadilan Tinggi Borgarting telah menetapkan bahwa Anders Behring Breivik tidak pernah mendapat penyiksaan atau perlakuan tidak manusiawi atau merendahkan martabatnya", ujar pernyataan pengadilan.

Breivik memang ditahan dalam kontrol ketat. Ia dilarang berkontak dengan narapidana lain.

Isolasi tersebut dilakukan karena ada "risiko tinggi" penggunaan kekerasan, atau kemungkinan serangan dari tahanan lain. Breivik tidak menyesal atas serangan keji yang dilakukannya.

Kerabat dan orang-orang yang selamat dari serangan Brievik menyambut baik putusan ini.

Mereka mengecam putusan tahun lalu yang beralasan "hak tiap orang untuk hidup harus dilindungi oleh hukum", termasuk hak Breivik.

"Kami sangat lega. Saya harap kita tidak mendengar lagi tentang teroris selama bertahun-tahun", ujar Lisbeth Roeyneland, orang tua dari Synne yang ditembak mati pada umur 18.

Lain halnya dengan Bjorn Ihler, salah seorang yang selamat dari penembakan, ia tidak keberatan adanya upaya peninjauan pada cara penahanan Breivik di penjara.

"Yang membedakan kita dari ekstremis adalah kita mengakui kemanusiaan dari setiap manusia", katanya kepada Reuters.

Breivik menjalani hukuman terpanjang Norwegia yaitu selama 21 tahun. Hukuman bisa diperpanjang jika ia masih dianggap berbahaya.

Pengacara Breivik, Oeystein Storrvik, menyatakan akan mengajukan banding ke Mahkamah Agung Norwegia.

Jika gagal, Breivik dapat mengajukan banding ke Pengadilan HAM Eropa.

"Isolasinya adalah masalah utama", kata Storrvik.

Namun, Mahkamah Agung Norwegia biasanya hanya menerima kasus dengan isu besar dan luas.

Pengadilan banding mencatat, di sel Breivik terdapat fasilitas gym untuk latihan. Ia juga bisa menonton televisi dan membaca koran. Izin kontak terbatas dengan narapidana lainnya sedang dipertimbangkan.

Meski beberapa aspek aturan penahanan Breivik telah diringankan. Sejak akhir tahun lalu, ia dapat menemui pengacaranya hanya dengan dipisahkan oleh jeruji.

Ini memberi lebih banyak akses kontak, dibanding pertemuan yang dibatasi dinding kaca tebal, lalu komunikasi lewat mikrofon dan speaker.

Pada sidang peninjauan 2016, Breivik mengatakan kondisi buruk di penjara. Ia mengeluh kopi dingin dan makanan yang buruk.

Namun Breivik menuliskan "terima kasih" bagi penjaga setelah sidang pengadilan itu, karena tidak bermaksud mengkritisi.

Jaksa Agung Norwegia Fredrik Sejersted, yang menjadi pengacara utama pemerintah, menilai putusan lalu adalah kritikan tidak adil untuk petugas penjara.

"Putusan saat ini mengakui kerja yang dilakukan oleh layanan penjara", katanya. (Reuters)
Share To:

Taufiq Akbar Wardiana

Berita dan informasi dengan sudut pandang Islam

Post A Comment:

0 comments so far,add yours

Note: only a member of this blog may post a comment.