Selama hampir 30 tahun, Riyadh melaporkan cadangannya tak berbeda jauh di kisaran 261 miliar barel

Aramco, Produsen Minyak Arab Saudi (Reuters)
Ketika Saudi Aramco berencana mengeluarkan sahamnya, investor akan mengajukan dua pertanyaan: Berapa banyak cadangan minyak dan bagaimana detailnya?

Menteri Energi Saudi Khalid al-Falih telah mengisyaratkan kejutan mengenai volume cadangan itu jelang penjualan saham Aramco, tetapi sumber industri menilai detail hanya sedikit.

Cadangan minyak Saudi sejak lama dikenal yang terbesar di dunia, hingga baru-baru ini disalip Venezuela. Namun, volume dan kualitas cadangan Saudi dipertanyakan.

Selama hampir 30 tahun, Riyadh melaporkan cadangannya tak berbeda jauh di kisaran 261 miliar barel, menurut review statistik BP.

Perusahaan yang masuk listing di New York wajib memiliki audit dari Securities and Exchange Commission AS.

Tahun lalu, SEC meluncurkan penyelidikan mengenai perusahaan minyak terbesar di dunia, ExxonMobil.

Dikatakan, cadangan hampir tidak berubah selama bertahun-tahun meski terjadi penurunan harga. Exxon merevisi cadangan mereka turun bulan lalu.

Membuat audit pemeriksaan cadangan yang diakui secara internasional menjadi tugas utama Aramco demi kepentingan saham perdana (IPO).

Jika terbukti, ini akan menjadikannya perusahaan yang paling berharga di dunia. Ketika merilis saham perdana nanti, dengan rencana 5% dari nilai perusahaan.

Sebuah sumber industri mengatakan, Aramco menginginkan satu dari dua auditor cadangan minyak bisa membuat review di tahun ini.

Lembaga audit "Dallas DeGolyer & MacNaughton", dan "Gaffney, Cline & Associates" (bagian dari Baker Hughes [BHI.N]), terlibat dalam audit tersebut, sumber mengatakan.

Ketika cadangan dikonfirmasi oleh auditor, hasilnya mungkin mirip dengan lembaga lain seperti BP (BP.L.) dan Royal Dutch/Shell (RDSa.L).

"Apa yang Aramco akan lakukan dalam IPO adalah mencoba melaporkan dengan cara yang mirip perusahaan lain", ujar sumber.

Lebih dari satu dekade lalu, harga saham Shell runtuh setelah perusahaan melebih-lebihkan cadangan sebesar 20 persen.

Aramco belum berkomentar mengenai isu itu. Begitu pula lembaga Gaffney, Cline & Associates dan DeGolyer.

"Cadangan kami sebagian telah diaudit dan lebih besar dari pemesanan", kata Falih pekan ini.

"Pada setiap metrik, Aramco akan mengejutkan analis; Biaya terendah, arus kas tertinggi, cadangan solid yang akan disertifikasi oleh lembaga pihak ketiga", katanya. (Reuters)
Share To:

Taufiq Risalah

Berita dan informasi dengan sudut pandang Islam

Post A Comment:

0 comments so far,add yours

Note: only a member of this blog may post a comment.