Riyadh Bajrey pernah menyebut pendemo sebagai bughot (pemberontak) dan Khawarij, serta menyatakan "halal darahnya ditumpahkan"

Riyadh Bajrey menyebut demonstran halal darahnya menjadi kontroversi di dunia maya
Aktivis yang disebut berasal dari gabungan ormas Islam di Makassar mendatangi Masjid Muhammad Cheng Hoo, di Jalan Tun Abd Razak (Eks Jalan Hertasning Baru), Kabupaten Gowa, Minggu (5/3).

Mereka ingin menemui Ust. Riyadh Badr Bajrey yang tenar lewat video motivasi dan ceramah di Youtube.

Para aktivis ingin meminta klarifikasi atas pernyataannya terkait haramnya demontrasi, serta memvonis pendemo sebagai Khawarij dan bughot yang halal ditumpahkan darahnya (dibunuh).

"Kami sekitar 50 orang anggota FPI Sulsel hanya ingin mengklarifikasi atas pernyataan dia (Riyadh Bajrey) yang harus diluruskan",  kata jubir FPI Sulsel Arman Rahman kepada Harian Amanah.

Ia juga mengatakan, ceramah Riyadh Bajrey yang tersebar menyinggung nama 'Front Penghancur Islam', atau dianggap sebagai plesetan dari FPI.

Sementara itu, ketua Yayasan Masjid Cheng hoo, Sulaiman Gosalam menyebut kedatangan puluhan anggota FPI hanya ingin mengklarifikasi pernyataan pemateri yang diundang ke masjid itu.

"Pemateri yang diundang panitia, itu mau di klarifikasi oleh FPI karena telah menjelek-jelekkan FPI dan mengatakan demo itu haram", kata Sulaiman.

Diantara barisan aktivis adalah Ketua Front Pembela Islam Makassar Agussalim Syam, Panglima Laskar FPI Abdurrahman, serta tampak beberapa aktivis lainnya dari Laskar Pemburu Aliran Sesat (LPAS) dan Sahabat Khalid Basalamah (SKHB).

Suasana Masjid Cheng Ho saat sejumlah orang menunggu
Beberapa aparat yang tidak mengenakan seragam resmi terlihat memantau dan mengawasi gerak-gerik para aktivis.

Sayangnya pertemuan tidak terlaksana karena Riyadh Bajrey tak kunjung datang ke masjid itu.

Hingga menjelang Maghrib, mereka satu per satu bubar dengan tertib. Menurut Harian Amanah, Riyadh Bajrey didatangkan oleh komunitas Makassar Mengaji.

Sebelumnya, beredar isi ceramah yang direkam oleh komunitas Bali Mengaji beberapa tahun lalu.

"Itu bahlul! kapan demonstrasi menentang BBM, BBM jadi turun? Kagak pernah. Ini anak-anak yang demo cuman caper, cuman pengin disorot saja, pengin ngetop, pengin cari sensasi. Maka dalam Islam orang-orang seperti ini disuruh bubar sebanyak 3 kali, kalau masih tidak mau juga tumpahin darahnya! Mereka sampah masyarakat, tumpahin darahnya biar cepet karena mereka khowarij! bughot! lumayan mengurangin kepadatan penduduk di Jakarta. Cuman itulah resiko dari Negara yang berhukum tanpa Islam, yang dari rakyat dan untuk rakyat, maka akan berantakan, ribet, selesai"

Sempat beredar screenshoot aplikasi WA bahwa Riyadh Bajrey menyesali (rujuk) dari "gaya bahasa berceramah seperti itu". Tapi belum ada penjelasan tentang isi ceramahnya.

Risalah tidak dapat memverifikasinya, sebuah perbincangan di forum lulusan al-Azhar Mesir:


Share To:

Risalah Media

Berita dan informasi dengan sudut pandang Islam

Post A Comment:

0 comments so far,add yours

Note: only a member of this blog may post a comment.