Masih ada 39 pasien gagal ginjal di Ghouta timur. Mereka sudah ditinggal 3 saudaranya yang meninggal sejak 2017

Ilustrasi (AA)
Rumah sakit di wilayah oposisi di pinggiran Damaskus sekali lagi kehilangan pasien gagal ginjal yang menjalani cuci darah di sana.

Sejak awal tahun, sudah tiga pasien meninggal akibat penyakit ini berdasar keterangan rumah sakit, Kamis (30/3).

Rumah Sakit Khusus Pinggiran Damaskus di Ghouta timur menyebut kematian Muhammad Amra terjadi karena pasokan medis dan bantuan PBB tidak berhasil melewati blokade pasukan rezim Assad.

“Korban tewas akibat gangguan ginjal di Ghouta timur sudah tiga orang”, lapor RS itu dalam posting media sosial.

39 pasien dialisis (cuci darah) lainnya di daerah ini juga berada dalam bahaya.

Menurut Yayasan Ginjal Nasional Suriah, terdapat sekitar 7.000 pasien dialisis sebelum perang berkecamuk pada Maret 2011.

Pasien ginjal dan dialisis akan jadi orang paling rentan diantara semua penyakit kronis selama konflik dan sistem perawatan mereka akan sangat terdampak.

Seorang staf medis rumah sakit yang tak disebut namanya mengeluhkan gangguan ketersediaan peralatan medis menyebabkan kematian pasien.

Ia meminta semua organisasi kesehatan internasional dan kelompok bantuan bertindak sesegera mungkin untuk mendukung tim medis di sana.

Ghouta timur merupakan benteng utama oposisi di pinggiran ibukota. Daerah ini dikepung sejak Desember 2012.

Sebelum perang, lebih dari setengah juta orang tinggal di sana, namun kini telah menyusut. (Anadolu Agency)
Share To:

Taufiq Risalah

Berita dan informasi dengan sudut pandang Islam

Post A Comment:

0 comments so far,add yours

Note: only a member of this blog may post a comment.