Di tengah perselisihan politik baru-baru ini dengan Erdogan, Jerman mengapresisi Turki yang menanggung beban bagi kehidupan 3 juta pengungsi dari Suriah dan Irak

Kanselir Jerman Angela Merkel (AA)
Kanselir Jerman Angela Merkel pada Kamis (30/3), memuji upaya Turki dalam membantu jutaan pengungsi Suriah dan Irak. Ia mendesak negara-negara Uni Eropa turut berbagi menanggung beban.

Dalam pertemuan puncak pemimpin konservatif Eropa di Malta, Merkel mengatakan Uni Eropa telah mengabaikan tanggung jawab kemanusiaan bagi pengungsi yang melarikan diri dari konflik di Timur Tengah.

“Kenyataannya adalah kami berpaling”, ujar Merkel.

Menurutnya, di tengah kelalaian Uni Eropa, negara lain seperti Turki, Lebanon, dan Yordania berjuang mengatasi pengungsi dari Suriah.

“Meskipun banyak kritik yang kita sampaikan pada Turki akhir-akhir ini, mereka telah berbuat banyak bagi tiga juta pengungsi dan Eropa akan mendukung dalam hal ini”, tambahnya.

Merkel menjunjung kesepakatan antara UE dan Turki tahun lalu, untuk membendung arus imigran ilegal di Laut Aegea dan akan memperbaiki kondisi jutaan pengungsi di Turki.

Rencana itu berhasil menekan arus pengungsi, tapi pihak berwenang Turki menuduh UE tidak komitmen pada perjanjian.

Tuduhan berdasar pada keterlambatan pendanaan proyek-proyek pengungsi, penentangan dari beberapa negara UE masalah relokasi, lambatnya proses pembicaraan keanggotaan UE Turki, dan kegagalan memenuhi pembebasan visa perjalanan bagi warga Turki.

Ketegangan politik antara Turki dan UE juga meningkatkan keraguan tentang keberlangsungan perjanjian pengungsi.

Jerman membuat rekor pengungsi sebanyak 890.000 jiwa pada 2015. Jumlah pencari suaka turun menjadi 280.000 pada tahun 2016 setelah perjanjian UE-Turki efektif dijalankan. (Anadolu Agency)
Share To:

Taufiq Risalah

Berita dan informasi dengan sudut pandang Islam

Post A Comment:

0 comments so far,add yours

Note: only a member of this blog may post a comment.