Perdana Menteri Binali Yildirim bersumpah mengakhiri terorisme di Turki setelah referendum perubahan konstitusi 16 April

Perdana Menteri Binali Yildrim (AA)
Perdana Menteri Binali Yildirim, pada Minggu (5/3), bersumpah mengakhiri terorisme di Turki setelah referendum perubahan konstitusi 16 April mendatang.

"Saya berjanji, kelompok teroris akan berakhir setelah 16 April. Insya Allah, 'ya' akan menang (di referendum) dan FETO, PKK serta Daesh (ISIS) akan diselesaikan", katanya pada kampanye di provinsi Bingol timur.

Dalam kampanye referendum lainnya di provinsi Mus, timur Turki, Yildirim mengatakan organisasi PKK dan FETO didukung oleh kekuatan asing. FETO adalah pengikut Fetullah Gulen yang dianggap teroris.

"Kedua organisasi teroris separatis PKK dan FETO tidak ingin bantuan dari Turki, Kurdi, Arab dan Zazas (di wilayah tersebut)", jelasnya.

Yildirim mengatakan, antek asing ingin mengadu domba "untuk membangun rancangan baru di wilayah itu sesuai kepentingan mereka".

"FETO, yang ingin menggulingkan negara, adalah organisasi teroris yang berlindung dalam topeng agama. PKK juga merupakan organisasi teroris separatis di bawah topeng golongan kiri. Namun, mereka bukan religius, atau golongan kiri, atau nasionalis, ataupun penduduk asli,.. mereka hanya kelompok pembunuh", lanjut Yildirim.

Sejak kembali memulai serangan bersenjata pada Juli 2015, PKK disebut bertanggung jawab atas kematian sekitar 1.200 personel keamanan dan warga sipil, termasuk perempuan dan anak-anak.

Sementara dinilai FETO bertanggung jawab atas kudeta Juli 2016 yang menyebabkan 248 orang tewas dan melukai sekitar 2.200 orang.

Adapun referendum 16 April nanti berisi penguatan kekuasaan presiden negeri itu. (Anadolu Agency)
Share To:

Taufiq Akbar Wardiana

Berita dan informasi dengan sudut pandang Islam

Post A Comment:

0 comments so far,add yours

Note: only a member of this blog may post a comment.