Pasukan keamanan menyisir sekitar RS dan menemukan lebih dari 30 orang tewas serta 50 orang luka-luka, termasuk dokter, pasien dan staf rumah sakit.

Tentara Nasional Afganistan (ANA) turun dari helikopter di atap rumah sakit tempat kejadian serangan (Reuters)
Sejumlah pria bersenjata berpakaian petugas medis menyerang rumah sakit di ibukota Afghanistan, Rabu (8/3).

Mereka bentrok dengan pasukan keamanan selama beberapa jam, menewaskan lebih dari 30 orang dan melukai puluhan lainnya. Serangan ini diklaim oleh kelompok teroris ISIS.

Serangan dimulai dengan bom bunuh diri di bagian belakang rumah sakit Sardar Mohammad Daud Khan.

RS berada di seberang kedutaan besar AS. Ledakan memberikan sinyal bagi tiga penyerang lainnya untuk mulai beraksi.

Pasukan keamanan segera dikerahkan, memblokir daerah sekitar rumah sakit, sementara pasukan khusus turun melalui atap bangunan dari helikopter.

Tembakan sporadis terdengar beberapa saat. Disusul ledakan kedua dari sebuah mobil di dalam kompleks rumah sakit.

Saksi di dalam RS itu melihat pelaku mengenakan jas dokter putih lalu mengeluarkan senjata AK-47 yang disembunyikan.

"Tiba-tiba tembakan dilancarkan, seorang pria bersenjata menembaki semua orang", kata Zahir Khan, yang bersembunyi di bawah meja sebelum melarikan diri.

"Dia menembaki dokter, pasien dan pengunjung", jelasnya.

Saat kontak tembak berlangsung, beberapa pasien memanjat keluar gedung dan tampak berlindung di tepian jendela.

Juru bicara Kementerian Pertahanan Dawlat Waziri mengatakan, tiga penyerang tewas oleh pasukan keamanan.

Pasukan kemudian menyisir sekitar bangunan rumah sakit. Mereka menemukan lebih dari 30 orang tewas serta 50 orang luka-luka, termasuk dokter, pasien dan staf rumah sakit.

Sebuah pernyataan dari kantor berita Amaq milik ISIS mengklaim bahwa petempurnya telah menyerang rumah sakit.

Sementara juru bicara Taliban Afghanistan membantah terlibat aksi teror itu. Taliban mengatakan, perlawanan Islam "tidak ada kaitannya" dengan serangan itu.

Pejabat pemerintah memperkirakan, serangan di Kabul kemungkinan besar akan meningkat tahun ini, terkait sikap politik Presiden AS Donald Trump di Afganistan yang masih belum jelas.

Presiden Ashraf Ghani mengecam serangan terhadap rumah sakit tersebut.

"Nilai-nilai kemanusiaan telah diinjak", ucapnya.

"Di semua agama, rumah sakit dianggap sebagai tempat yang dijaga dari serangan. Menyerangnya (RS) sama dengan menyerang seluruh Afghanistan", ucap Ghani. (Reuters)
Share To:

Taufiq Akbar Wardiana

Berita dan informasi dengan sudut pandang Islam

Post A Comment:

0 comments so far,add yours

Note: only a member of this blog may post a comment.