Wakil Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Zainut Tauhid Sa'adi membenarkan telah ada kata sepakat mendepak Ahmad Ishomuddin dari kepengurusan MUI

Ahmad Ishomuddin saksi pembela Ahok
Sekretaris Jenderal Majelis Ulama Indonesia (MUI) Anwar Abbas mengatakan pihaknya masih harus merapatkan pemberhentian Wakil Ketua Komisi Fatwa MUI Ahmad Ishomuddin.

Anwar menjelaskan, MUI tidak bisa secara semena-mena memutuskan memberhentikan Ishomuddin tanpa melalui proses rapat dengan pimpinan.

Anwar memastikan, Ishomuddin masih menjadi pengurus MUI.

"Saya ingin membawa rapat dengan pimpinan mana yang terbaik. Apapun keputusan saya akan patuh dan tanda tangani keputusan itu," ujar Anwar, Jum'at (24/3), dikutip Kompas.

"MUI itu adalah organisasi, ada tata tertib administrasi. Kalau ada orang dipecat itu kan harus pakai surat keputusan (SK). Saya sebagai sekjen belum pernah menandatangi SK tersebut", ujar Anwar.

Sementara itu, Wakil Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Zainut Tauhid Sa'adi membenarkan telah ada kata sepakat mendepak Ahmad Ishomuddin dari kepengurusan MUI.

Meski demikian, Zainut membantah pemberhentian Ishomuddin dilakukan karena Ishomuddin menjadi saksi yang membela Ahok.

Pemberhentian terjadi karena ketidakaktifan Ishomuddin dalam kepengurusan MUI.

Keputusan tersebut, kata Zainut, diambil dalam rapat pimpinan MUI pada Selasa (21/3) lalu.

"Berkaitan dengan berita tentang pemberhentian Saudara Ishomuddin dari kepengurusan MUI hal tersebut adalah benar", jelasnya.

"Pemberhentian sebagai pengurus MUI bukan semata karena menjadi saksi ahli dugaan penodaan agama di Pengadilan Negeri Jakarta Utara, tetapi karena ketidakaktifan beliau selama menjabat sebagai Wakil Ketua Komisi Fatwa di MUI", beber Zainut.

Ia menambahkan, secara berkala pihaknya melakukan evaluasi terhadap keaktifan dari pengurus MUI. Evaluasi berlaku bagi seluruh pengurus.

"Jadi bukan hanya terhadap Pak Ishomuddin semata. Kriteria ketidakaktifan itu dinilai dari kehadiran dalam rapat-rapat dan kegiatan MUI lainnya", imbuhnya.

Alasan lainnya, MUI menilai Ishomuddin telah bersikap indisipliner. Namun, Zainut tak menjelaskan bentuk ketidakdisiplinan yang dimaksud.

"Terhadap Pak Ishomuddin pemberhentian beliau sebagai pengurus selain karena tidak aktif juga karena melanggar disiplin organisasi", ungkap Zainut. (Kompas)
Share To:

Taufiq Risalah

Berita dan informasi dengan sudut pandang Islam

Post A Comment:

0 comments so far,add yours

Note: only a member of this blog may post a comment.