Teheran memaksimalkan dukungan dengan mengirim pasukan khusus Syi'ah untuk melatih Houthi dan sebagai penasehat

Militan Houthi yang baru direkrut dalam parade menuju garis depan untuk melawan pasukan pemerintah (Sanaa, Yaman. 3/1/2017. REUTERS)
Laporan eksklusif Reuters menyebutkan, Iran mengirim senjata dan penasihat militernya bagi pemberontak Houthi di Yaman.

Sumber mengatakan, dalam beberapa bulan terakhir Iran telah meningkatkan pasokan senjata dan dukungan lainnya.

Tak hanya itu, strategi serupa juga diterapkan dalam mendukung militan Hezbollah yang bertempur di Suriah membela rezim Assad.

Menurut sumber pejabat tinggi Iran, bulan lalu Mayor Jenderal Qassim Suleimani (komandan pasukan al-Quds) bertemu petinggi Garda Revolusi di Teheran dalam upaya mencari cara “memberdayakan” Houthi.

“Pada pertemuan ini, mereka sepakat meningkatkan jumlah bantuan, melalui pelatihan, senjata dan dukungan keuangan”, ujar sumber pejabat itu.

"Memenangkan pertempuran Yaman berarti akan mempengaruhi keseimbangan kekuasaan Timur Tengah", katanya.

Dugaan bantuan ilegal Iran bagi militan Syi'ah Yaman sudah muncul sejak lama dari koalisi Arab pimpinan Saudi.

Jubir koalisi, Brigadir Jenderal Ahmed Asseri, juru bicara koalisi Arab mengatakan tidak kekurangan bukti atas campur tangan haram negara Syi'ah.

“Kami tidak kekurangan informasi atau bukti bahwa Iran, dengan berbagai cara, menyelundupkan senjata ke sana”, ujar Asseri.

Tuduhan dibuktikan dengan adanya peralatan perang lebih canggih saat terjadi serangan Houthi baru-baru ini.

Selain ditemukannya senjata anti-tank yang di gudang Houthi dan sektunya. Menurut keterangan pejabat pertahanan AS, peralatan selundupan lain termasuk rudal balistik jarak jauh yang mampu mencapai Arab Saudi.

Sumber itu mengatakan, Iran menggunakan kapal dalam mengirim pasokan militer ke Yaman, baik secara langsung atau melalui Somalia.

Koalisi Arab mengakui cukup kesulitan memantau 2.700 km garis pantai di Yaman.

Beberapa teluk kecil di sekitar pelabuhan Mukalla diyakini termasuk bagian dari jalur penyelundupan.

“Anda tidak dapat memantau pantai ini bahkan jika membawa semua angkatan laut dunia”, ujar Asseri.

Menurutnya, jika semua kapal kecil dihentikan, malah bisa mengganggu akvitas penangkapan ikan oleh nelayan sipil.

Selain itu, perahu tanpa awak berbahan peledak diketahui pernah menabrak kapal Saudi. Houthi diduga menggunakan teknologi yang disiapkan oleh Iran.

Tak hanya itu, pengamat persenjataan militer, Jenzen-Jones, menilai kualitas senjata Iran telah meningkat.

“Pengiriman terbaru senjata dan amunisi seperti rudal potabel anti kapal, seri UAV (drone) Ababil yang dilengkapi dengan hulu ledak tinggi, telah digunakan oleh Houthi menyasar target tertentu”, ujarnya.

Selain itu, Teheran memaksimalkan dukungan dengan mengirim pasukan khusus Syi'ah untuk melatih Houthi dan sebagai penasehat logistik.

Iran pernah menolak tuduhan Arab Saudi mengenai pemberian dukungan kepada Houthi Yaman.

Namun, aktivitas ilegal Iran di Yaman mencerminkan pertumbuhan pengaruh di Teheran.

Kegiatan tersebut membuat negara-negara Muslim Sunni di Timur Tengah khawatir, karena mereka ingin Teheran menghentikan penyebaran Syiah, baik di Yaman ataupun negara lainnya.

Mantan pejabat keamanan Iran mengatakan, garis keras Syi'ah berencana memberdayakan Houthi di Yaman untuk memperkuat posisi mereka di wilayah tersebut dan berencana membuat mereka seperti milisi Hezbollah Lebanon.

Kabar ini dibenarkan oleh Diplomat Barat di Timur Tengah. Iran sejak lama berusaha menumbuhkan Houthi.

"Bukan berarti bahwa Houthi adalah Hezbollah, tetapi tujuan Iran adalah mengepung Saudi, memperluas pengaruh dan menunjukkan proyeksi kekuatan di kawasan serta meningkatkan tekanan", (Reuters)
Share To:

Taufiq Risalah

Berita dan informasi dengan sudut pandang Islam

Post A Comment:

0 comments so far,add yours

Note: only a member of this blog may post a comment.