Presiden Iran bertemu Perdana Menteri Rusia untuk memperkuat hubungan sejak kedua negara berada pada "sisi yang sama" dalam perang Suriah

Presiden Republik Syi'ah Iran disambut di Bandara Internasional Vnukovo, Moskow
Presiden Iran bertemu Perdana Menteri Rusia, Senin (27/3), untuk memperkuat hubungan sejak kedua negara berada pada "sisi yang sama" dalam perang Suriah.

Presiden Hassan Rouhani mengatakan kepada Perdana Menteri Dmitry Medvedev: "Saya berharap bahwa titik balik baru dalam pengembangan hubungan kita akan tercapai"

Pembelian senjata dan investasi Rusia di sektor energi Iran mungkin jadi poin penting bagi Rouhani, menurut kantor berita Reuters.

Media Iran mengatakan, Rouhani akan membahas beberapa perjanjian ekonomi.

Ia ingin menunjukkan kepada warga Iran, manfaat dari kesepakatan nuklir 2015, mengingat pemilu presiden Iran akan digelar Mei mendatang.

"Rouhani sangat ingin menyelesaikan setidaknya satu kesepakatan berdasarkan kontrak minyak baru sebelum pemilu", ujar Reza Mostafavi Thabathaba'i, analis energi dan presiden ENEXD yang berbasis di London.

"Perusahaan Barat seperti Total (TOTF.PA/Perancis) harus menunggu persetujuan AS sebelum menanam investasi di Iran, sehingga satu-satunya kesempatan Rouhani adalah perusahaan Rusia yang mungkin menandatangani kesepakatan sebelum pemilu", lanjutnya.

Hubungan ekonomi (dengan Iran) telah dikembangkan secara paralel. Perdagangan bilateral naik hampir dua kali lipat sejak Januari 2016 hingga Januari 2017, menurut Kementerian Pembangunan Ekonomi Rusia.

Hubungan politik dan militer Iran-Rusia saat ini, dinilai menjadi yang paling erat daripada sebelumnya.

Hubungan kedua negara juga menjadi perhatian bagi Arab Saudi, saingan utama Teheran, dan Presiden AS Donald Trump.

Perhatian terbesar Washington adalah penjualan perangkat keras militer untuk Republik Syi'ah.

Tahun lalu, Rusia mengirimkan sistem rudal pertahanan S-300 bagi Iran, yang dibeli tahun 2007 namun terhenti karena sanksi.

Pejabat pertahanan senior Iran pun telah menyatakan minatnya membeli pesawat tempur Su-30 dan tank T-90 dari Rusia.

Dalam bidang energi, Rusia memainkan peran kunci dalam membantu memecah kebuntuan pemangkasan produksi OPEC.

Sebelumnya, kesepakatan OPEC terhambat oleh ketegangan Iran dan Arab Saudi.

“Aliansi politik, ekonomi dan militer Rusia dengan Teheran membuatnya menjadi mediator yang unik antara Iran dan Arab Saudi, untuk memimpin mereka ke titik yang menguntungkan bagi kedua pihak, dan juga untuk Rusia”, ujar Thabathaba'i.

Tim ekonomi Rouhani diperkirakan akan menandatangani belasan nota kesepahaman selama kunjungan. Pembicaraan dengan Putin dijadwalkan pada Selasa (28/3). (Reuters)
Share To:

Risalah Media

Berita dan informasi dengan sudut pandang Islam

Post A Comment:

0 comments so far,add yours

Note: only a member of this blog may post a comment.