Menteri Luar Negeri Iran mengatakan, bangsa Persia (Iran) sudah 3 kali menyelamatkan Yahudi dalam sejarah

Menteri Luar Negeri Iran Mohammad Javad Zarif (arabnews)
Menteri Luar Negeri Iran Mohammad Javad Zarif, menuding Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu kurang memahami sejarah dan agama Yahudi.

Komentar Netanyahu pada Senin (13/3), berkaitan tentang Persia kuno dan Yahudi.

Saat bertemu Presiden Rusia Vladimir Putin di Moskow, Netanyahu mengatakan Persia pernah berupaya menghancurkan orang-orang Yahudi, 2.500 tahun lalu.

Namun, usaha itu gagal. Yang akhirnya diperingati Yahudi sebagai libur Purim selama akhir pekan ini.

Zarif meresponnya di Twitter, ia menyebut komentar Netanyahu sebagai "kebohongan fanatik". Menurutnya, Iran telah menyelamatkan orang-orang Yahudi dalam tiga kesempatan sejarah.

"Netanyahu membuat sejarah palsu dan memalsukan Taurat. Serangan terhadap kebiasaan (yang diketahui)", ujar Zarif.

Menurutnya, Netanyahu bukan hanya mendistorsi realitas masa kini, tetapi juga mendistorsi sejarah, termasuk Kitab Suci Yahudi.

"Kitab Ester menceritakan bagaimana Xerxes, ia menyelamatkan orang Yahudi dari Haman, orang Agag, yang ditandai pada hari ini", ujarnya.

"Sekali lagi, pada masa Cyrus Agung, raja Iran menyelamatkan orang Yahudi dari pembuangan di Babel. Dan selama Perang Dunia Kedua, ketika orang-orang Yahudi dibantai di Eropa, Iran dengan senang hati melindungi mereka", tulis Zarif.

Zarif menuding Netanyahu mencoba menghubungkan sejarah kuno agar bisa menyalahkan Iran yang menghancurkan Yahudi.

Sementara dalam pertemuan dengan Netanyahu, Putin mencoba mengembalikan topik pembicaraan.

"Peristiwa yang dijelaskan berlangsung beberapa abad lalu. Kita hidup di dunia yang berbeda saat ini. Mari kita bicara tentangnya", kata Putin.

Di Iran terdapat puluhan ribu Yahudi Ortodoks yang hidup dengan damai dan menolak Israel, karena menganggap negara Yahudi itu merupakan bid'ah.

Diantaranya karena keyakinan bahwa yang akan membawa pulang Yahudi ke Palestina adalah "Mesias" (dianggap Dajjal dalam Islam, red).

Komunitas Yahudi di bawah pemerintahan teokrasi Syi'ah juga punya jatah kursi di parlemen Iran. (Arabnews/rslh)
Share To:

Taufiq Akbar Wardiana

Berita dan informasi dengan sudut pandang Islam

Post A Comment:

0 comments so far,add yours

Note: only a member of this blog may post a comment.