Jalur suplai terakhir kelompok teroris ISIS telah diputus oleh pasukan rezim Baghdad yang didukung AS

Pasukan khusus Irak dalam pertempuran di Mosul (Reuters)
Unit militer Irak dukungan AS, Rabu kemarin (1/3), berhasil menguasai akses terakhir menuju Mosul barat.

Ini berarti, militan ISIS terjebak total di dalam kota, menurut Letnan Jenderal Abdul Wahab al-Saidi, wakil komandan Counter Terrorism Service (CTS).

Tentara dari divisi 9 lapis baja hanya berjarak satu kilometer dari gerbang Mosul yang mengarah ke suplai ISIS dari Suriah, menurut seorang jenderal.

"Kami sudah mengontrol jalan, itu (Mosul) sudah di depan mata kita", katanya.

Jalan dari Gerbang Suriah tersebut menghubungkan Mosul menuju Tal Afar, basis lain ISIS, sekitar 60 km di barat Mosul, kemudian menuju Suriah.

Langkah ini akan memungkinkan CTS menghubungkan operasi antara Rapid Response dan unit Polisi Federal di tepi sungai Efrat, dengan divisi 9 lapis baja dari barat.

Upaya AS ini adalah untuk menghabiskan jumlah militan lebih cepat sebelum mampu merekrut lagi, menurut Mayor Jenderal Rupert Jones, wakil komandan Pasukan Gabungan.

Lebih dari 45.000 ISIS tewas dalam serangan koalisi hingga Agustus tahun lalu, klaim AS, "Kehancuran mereka hanya masalah waktu", kata Jones di London, Selasa (28/2).

Komandan AS di Irak, Letnan Jenderal Stephen Townsend, percaya pasukan yang didukung AS dapat merebut kembali Mosul dan Raqqah dalam enam bulan.

Sementara itu, ratusan ribu warga sipil masih terjebak di Mosul barat bersama para militan. (Reuters)
Share To:

Taufiq Akbar Wardiana

Berita dan informasi dengan sudut pandang Islam

Post A Comment:

0 comments so far,add yours

Note: only a member of this blog may post a comment.