Para pejabat diinstruksikan untuk menutup rumah potong hewan, terkait janji kampanye larangan menyembelih Sapi

Yogi Adityanath, Menteri daerah di negara bagian Uttar Pradesh, India (Reuters)
Yogi Adityanath, dari kubu sayap kanan Partai Bharatiya Janata (BJP) telah terpilih sebagai Menteri daerah di Uttar Pradesh, negara bagian terpadat di India.

Dikenal sebagai sosok Hindu garis keras, ia membuat pernyataan politik terkait kelompok minoritas.

"Pemerintahan saya akan terbuka bagi semua orang, tidak khusus untuk suatu kasta atau masyarakat tertentu. Kami akan bekerja memajukan di semua bidang dan kasta", ujarnya dalam upacara pengangkatan resmi.

Komentar agak "sejuk" dari Adityanath ini sedikit menghilangkan kegelisahan komunitas Muslim di Uttar Pradesh.

Jumlah populasi Muslim di wilayah itu mencapai seperlima dari total populasi sekitar 200 juta orang.

Adityanath diketahui membentuk Angkatan Pemuda Hindu pada 2002 untuk melaksanakan berbagai rencana agamanya.

Adityanath juga merupakan juru kampanye bagi BJP, partai Perdana Menteri Narendra Modi yang selama ini dikenal sebagai sayap kanan (Hindu nasionalis).

"Dengan penunjukan Yogi Adityanath ini, tindakan main hakim sendiri akan disetujui sebagai kebijakan negara", ujar Gilles Verniers, asisten profesor ilmu politik di Universitas Ashoka, Delhi.

Sejak diambil sumpah pada 19 Maret, Adityanath telah mendukung beberapa kebijakan dari agenda nasional Modi.

Misalnya, menuntut menteri negara mempublikasikan pendapatan dan aset untuk mencegah korupsi.

Di saat yang sama, ia juga menginstruksikan pejabat bersiap menutup semua rumah potong hewan mekanik.

Ini merupakan bagian dari janji kampanye pada umat Hindu yang menganggap Sapi sebagai hewan suci. Rumah potong hewan kebanyakan dijalankan oleh umat Islam.

Pemotongan Sapi, pada kenyataannya, terlarang di Uttar Pradesh, meskipun tidak selalu ditegakkan. Larangan ini juga merugikan ekspor daging Kerbau.

Pedagang daging di negara bagian itu telah melakukan aksi protes atas penutupan toko daging serta pemotongan hewan yang dituduh ilegal.

"Kami tidak menjual obat-obatan atau terlibat dalam kegiatan kriminal. Kami menjual daging untuk memberi makan keluarga kami, tetapi pemerintah menargetkan kami karena kami adalah Muslim", ujar Raza Quereshi, anggota Asosiasi Produsen Daging.

Wrga Muslim lain khawatir dengan kebijakan sayap kanan yang merugikan minoritas.

"Kami hanya berdoa agar Hindu Yuva Vahini tidak merebut masjid untuk (dipakai) membangun kuil baru", ujar sopir lokal Aijaz Sheikh

"Jika bereaksi, maka kami akan membayar harganya. Kerugian datang di pihak kami dan tidak ada Hindu yang membantu kami di Gorakhpur", keluhnya.

Adityanath lahir di negara bagian utara Uttarakhand. Ia meninggalkan keluarganya demi bergabung dengan kuil sekte Gorakhnath.

Ia masuk ke parlemen pada tahun 1998 dan memenangkan pemilihan ulang sebanyak empat kali.

Selama karirnya, Adityanath mendapatkan reputasi sebagai tokoh "penghasut".

Beberapa saluran berita menayangkan rekaman komentar publiknya yang kontroversial. 2007 lalu ia pernah berkata:

"Jika mereka (Muslim) mengambil satu gadis Hindu, kita akan mengambil 100 perempuan Muslim. Jika mereka membunuh satu Hindu, kami juga akan membunuh 100 Muslim"

Selain Muslim, komentar Adityanath juga menyinggung agama minoritas lainnya. (Reuters)
Share To:

Taufiq Akbar Wardiana

Berita dan informasi dengan sudut pandang Islam

Post A Comment:

0 comments so far,add yours

Note: only a member of this blog may post a comment.