Garis keras politik Hindu saat ini menggencarkan agenda politik yang membawa risiko terhadap kehidupan minoritas Muslim

Masyarakat Hindu memandang sapi sebagai hewan suci yang tidak layak untuk disembelih (AlJazeera)
Penutupan rumah potong hewan ilegal di negara bagian Uttar Pradesh, India, telah menyebar.

Tindakan ini diperintah langsung oleh partai Perdana Menteri Narendra Modi, Bharatiya Janata (BJP).

Garis keras politik Hindu saat ini menggencarkan agenda politik yang membawa risiko terhadap kehidupan minoritas Muslim.

Selama bertahun-tahun, kelompok Hindu sayap kanan menuntut penghentian pemotongan Sapi yang dianggap suci.

Rajiv Tuli, Juru bicara dari Rashtriya Swayamsevak Sangh (induk ideologis BJP), Rabu (29/3) menyebut partai hanya menerapkan "aturan lapangan" di negara bagian Uttar Pradesh.

"Jika (rumah potong) itu legal, tidak ada yang berhak menghentikannya. Tapi jika itu ilegal, mengapa harus diizinkan berfungsi?", ujar Tuli.

Penutupan rumah potong hewan diterapkan setelah Modi menunjuk pendeta garis keras, Yogi Adityanath, sebagai menteri daerah Uttar Pradesh.

Setelah mengambil sumpah 18 Maret lalu, ia langsung mengincar penutupan rumah potong hewan yang beroperasi tanpa izin.

Beberapa negara bagian yang juga dikuasai BJP, seperti Jharkhand, Rajasthan, Uttarakhand, Chhattisgarh dan Madhya Pradesh, telah mengikuti kebijakan ini.

Mereka juga memerintahkan penutupan pabrik pengolahan daging.

Komunitas Muslim India mendominasi industri daging. Populasi Muslim mencapai 14 persen dari total sekitar 1,3 miliar jiwa.

Abdul Faheem Qureshi, presiden 'Muslim All India' dari Jamiatul Quresh Action Committee, menyatakan organisasinya sedang mempertimbangkan langkah hukum.

"Kami bisa menghormati sentimen Hindu dan menentang pemotongan Sapi. Tapi ini dilakukan hanya untuk meraup keuntungan politik", ujarnya.

Sementara pengamat politik Neerja Chowdhury menilai, kebijakan menyebabkan aksi main hakim sendiri.

"Perdebatan ini di luar masalah legal dan ilegal. Baru-baru ini, ada kelompok yang main hakim sendiri dengan membakar rumah potong hewan, menciptakan situasi tidak aman", katanya.

Selain itu, penutupan rumah potong ternyata berdampak pada industri daging Kerbau.

India merupakan salah satu eksportir daging Kerbau terbesar, dengan nilai $ 4 miliar pada 2015-2016. Pembeli terbesar termasuk Vietnam, Malaysia, dan Mesir.

Uttar Pradesh adalah produsen terbesar daging Kerbau. Eksportir mengatakan, tindakan keras akhir-akhir ini akan merugikan bisnis. (Al-Jazeera)
Share To:

Taufiq Risalah

Berita dan informasi dengan sudut pandang Islam

Post A Comment:

0 comments so far,add yours

Note: only a member of this blog may post a comment.