Semua aliran sungai melalui wilayah India lebih dahulu sebelum mencapai Pakistan

Ilustrasi (Anadolu Agency)
Pembicaraan antara dua rival Asia Selatan, India dan Pakistan, mengenai air telah selesai di ibukota Islamabad, Selasa (21/3).

New Delhi mengakui adanya keberatan Islamabad atas proyek kontroversial di Sungai Chenab.

Komisaris Air Indus Pakistan, Mirza Asif Baig mengatakan, India setuju menghentikan proyek Miyar sebesar 120-megawatt dan meninjau ulang desainnya.

“Sebelum proyek itu dimulai kembali, India akan berdiskusi dengan Pakistan mengenai desain baru”, ujar Baig.

Tak hanya soal Miyar, Pemerintah Pakistan juga kerap menyatakan keprihatinannya atas dua desain proyek pembangkit listrik tenaga air lainnya di India, yaitu Pakal Dul (1000 MW) dan Hilir Kalnai (48 MW).

Menurut Pakistan, proyek tersebut melanggar Perjanjian Air Indus 1960.

Dua proyek air kontroversial lain, yaitu Kishanganga dan Ratle, tidak dibahas. Pakistan sedang mengusahakannya agar masuk dalam pengadilan internasional melalui Bank Dunia.

Negosiasi dua proyek tersebut akan diselenggarakan bulan depan di Amerika Serikat.

Berdasarkan Perjanjian Air Indus 1960, India mendapat kontrol atas sungai Sutlej, Beas dan Ravi sementara Pakistan berhak atas Indus Barat, Jhelum dan Chenab.

Pembicaraan lebih lanjut mengenai proyek kontroversial lainnya kemungkinan dilaksanakan tiga bulan mendatang di ibukota India, New Delhi.

Di saat kontroversi ini hampir mereda, pada September 2016 lalu, terjadi serangan militan yang menewaskan 19 tentara India.

Akibatnya, Perdana Menteri India Narendra Modi mengancam membatalkan Perjanjian Air Indus setelah serangan.

Pakistan kemudian memperingatkan langkah itu bisa menjadi “deklarasi perang”.

Pakistan menuduh India melanggar perjanjian dengan membangun bendungan di sungai barat. Semua aliran sungai melalui wilayah India lebih dahulu sebelum mencapai Pakistan.

Sedangkan, India mengeluhkan Pakistan mendapat volume air lebih besar akibat perjanjian ini. (Anadolu Agency)
Share To:

Taufiq Akbar Wardiana

Berita dan informasi dengan sudut pandang Islam

Post A Comment:

0 comments so far,add yours

Note: only a member of this blog may post a comment.