Pemberontak Syi'ah Houthi bahayakan keamanan pintu masuk ke laut Merah

Peta (Arabnews)
Pemberontak Houthi di Yaman mengancam pergerakan dari dan menuju Laut Merah dengan adanya rudal, ranjau dan pertahanan canggih lainnya di selat kunci, menurut jenderal AS.

Selat Bab al-Mandab menghubungkan Laut Merah dengan Samudra Hindia, menjadi jalur strategis untuk perdagangan dunia.

"Dengan dukungan Iran, para pemberontak telah mengerahkan rudal pertahanan pesisir, sistem radar, ranjau dan bahan peledak perahu yang mereka dapatkan dari Selat Hormuz”, ujar kepala Komando Pusat AS Jenderal Joe Votel kepada Komite Angkatan Bersenjata.

"Instalasi senjata tersebut mengancam kapal dagang dan operasi keamanan kami di daerah sekitar”, tuturnya.

“Saya khawatir dengan basis maritim lainnya yang diperebutkan di kawasan itu”, kata Votel.

Menteri Pertahanan Jim Mattis mendukung peningkatan bantuan militer untuk koalisi pimpinan Saudi.

Menteri Luar Negeri AS Rex Tillerson juga merekomendasikan bantuan pasukan dari UEA untuk melawan pemberontak Houthi di pelabuhan utama al-Hudaidah di Laut Merah.

Ia juga menyarankan meningkatkan pengisian bahan bakar dan dukungan intelijen militer AS.

Sementara itu, utusan khusus PBB untuk Yaman mengatakan, peningkatan operasi militer menyebabkan situasi kemanusiaan dan ekonomi memburuk di Yaman.

Negara tersebut berada di ambang kelaparan.

Ismail Ahmed Ould Cheikh mendesak Dewan Keamanan PBB untuk menekan pemerintah Yaman dan Houthi.

Agar 'terlibat secara konstruktif” pada langkah-langkah untuk mengakhiri perang.

"Menurut saya, operasi militer lebih lanjut dan penderitaan kemanusiaan tidak akan membawa pihak-pihak bertikai menjadi lebih dekat.” ujar Ahmed kepada DK PBB. (Arab News).
Share To:

Taufiq Akbar Wardiana

Berita dan informasi dengan sudut pandang Islam

Post A Comment:

0 comments so far,add yours

Note: only a member of this blog may post a comment.