Sebuah artikel tak biasa menyebar di medsos Indonesia. Isinya menceritakan Menhan Malaysia yang merespon ancaman biksu radikal Myanmar terhadap Aceh

Daftar artikel di pencarian Google tentang Menhan Malaysia dan biksu radikal Myanmar
Sebuah artikel tak biasa menyebar di media sosial Indonesia. Isinya menceritakan tentang Menteri Pertahanan Malaysia, Hishamuddin Hussein, yang merespon ancaman biksu radikal Myanmar terhadap Aceh.

Konon, Malaysia siap membela Aceh jika diserang pasukan biksu Myanmar.

Berikut isi artikel yang dimaksud: 

[[[[[[[Menteri Pertahanan Malaysia Hishamuddin Hussein, menanggapi seruan Wirathu yang mengancam akan menyerang Aceh, Rabu (15/3/2017).

Berbicara kepada wartawan di lobi parlemen, Hishamuddin mengatakan bahwa Malaysia memiliki hubungan istimewa dengan Indonesia, khususnya Nangroe Aceh Darussalam.

Hishamuddin mengatakan, Malaysia akan dengan senang hati mengirimkan rudal-rudal mereka jika mendeteksi ada kapal atau pesawat Myanmar yang berisi biksu yang ingin menyerang Aceh.

”Hubungan Malaysia dan Indonesia seperti saudara kandung. Terlebih dengan Aceh. Kami tidak akan membiarkan seorang biksu pun yang dengan leluasa melewati laut Malaysia, tanpa berhadapan dengan rudal-rudal kami,” katanya.

Malaysia yakin Biksu Wirathu akan berpikir hingga sejuta kali jika ingin membuat rusuh di Aceh.

”Sangat tidak masuk akal jika Biksu Wirathu berani ke Aceh. Saya yakin ia akan membuat lubang kuburnya sendiri jika berani ke sana,” imbuh dia, seperti dikutip The Star.

Menhan Malaysia yang masih kerabat dekat Perdana Menteri Najib Razak ini menambahkan bahwa sejarah peperangan Aceh saat melawan Belanda adalah salah satu perang paling lama di dunia.

”Keberanian rakyat Aceh sudah tercatat dalam sejarah dunia. Perlawanan mereka melepaskan diri dari penjajahan Belanda adalah salah satu perang terlama di dunia,” lanjutnya.
]]]]]]]


Artikel itu mengklaim telah mengutip pernyataan Hishamuddin dari sumber 'The Star', salah satu media terkenal Malaysia, tertanggal 15 Maret lalu.

Risalah mencoba menelusuri berita-berita 'The Star' dengan kata kunci "Hishamuddin". Sejumlah berita muncul berkaitan dengan nama Menteri Pertahanan Malaysia itu.

Namun dalam daftar berita terbaru, antara hari ini (18/3) hingga seminggu ke belakang (11/3), tidak ditemukan satupun berita tentang komentar menteri Hishamuddin terkait "biksu Buddha Myanmar".

'The Star' tanggal 15 Maret, memberitakan Hishamuddin menerima kunjungan Menlu Australia Julia Bishop membicarakan kerja sama kontra-terorisme.

Berita lainnya di tanggal yang sama adalah penegasan Hishamuddin bahwa tentara Malaysia tidak ikut perang di Yaman.

Tentara yang dikirim ke Saudi hanya bertugas membantu evakuasi warga Malaysia dari wilayah Yaman.

Akun resmi Hishamuddin baik Facebook maupun Twitter, juga sama sekali tak ada komentarnya terhadap "serangan biksu Myanmar ke Aceh".

Risalah kemudian mengganti kata kunci "Wirathu", nama biksu radikal Myanmar yang disebut akan menyerang Aceh.

Hasilnya juga sama, tak ada satupun berita 'The Star' nama Wirathu dikomentari oleh Hishamuddin "akan dirudal jika menyerang Aceh".

Berita tentang Wirathu di 'The Star' yang paling baru, tertanggal 11 Maret lalu. Yaitu terkait pelarangannya berceramah di Myanmar selama 1 tahun oleh otoritas setempat.

Risalah memastikan bahwa "Malaysia siap merudal biksu Myanmar jika serang Aceh" adalah hoax yang mencatut media 'The Star' dan nama Menhan Malaysia.
Share To:

Risalah Media

Berita dan informasi dengan sudut pandang Islam

Post A Comment:

0 comments so far,add yours

Note: only a member of this blog may post a comment.