Sempat heboh, setelah 2 warga Buddha di Aceh dihukum cambuk, biksu radikal Myanmar mengancam Aceh

Sebuah blog online membuat hoax dengan mencatut sumber dari Al-Jazeera
Asal-usul munculnya hoax: "Menteri Malaysia siap merudal biksu radikal Myanmar" tak lepas dari cerita sebelumnya, yaitu isu "biksu Ashin Wirathu mengancam akan membalas Aceh".

Isu dihembuskan oleh sejumlah blog yang menambah-nambahi berita hukum cambuk kepada 2 penganut Buddha di Aceh karena sabung Ayam, pekan lalu.

Menurut blog RakyatSumatera, setelah 2 warga Buddha dicambuk, biksu radikal Myanmar Ashin Wirathu tidak terima dan mengancam Aceh.

Blog tersebut mengambil berita Tempo yang dikutip dari Straitstimes Singapura (sumber asli AFP). Namun di bagian akhir ditambah-tambahi adanya komentar Ashin Wirathu tanpa sumber yang jelas.

Berikut adalah penambahan oleh blog RakyatSumatera yang mengklaim mengambil sumber dari Straitstimes:

[[[[[Sementara itu, tokoh Buddha radikal asal Myanmar, Wirathu mengecam keras hukuman cambuk yang diberlakukan terhadap penganut Buddha di Aceh.

Biksu yang bertanggungjawab atas tewasnya ribuan muslim Rohingya ini mengancam akan menyerang Aceh dan nelayan Indonesia yang ketahuan berlayar di area mereka.

“Tidak ada satu pun umat Buddha yang dianiaya kecuali kami akan membalasnya, ” tuturnya.
]]]]]]

Dalam berita asli Staitstimes tidak ada pernyataan sang biksu radikal.
Tambahan hoax tentang kasus dicambuknya 2 warga Buddha Aceh
Blog RakyatSumatera juga membuat artikel lain yang mencatut nama Al-Jazeera sebagai sumber pernyataan Wirathu, berjudul "Biksu Wirathu: Tak ada yang dapat membendung kami ke Aceh!"

Inilah kutipannya:

[[[[[Terkait hukuman cambuk yang dikenakan kepada 2 orang pemeluk Buddha di Aceh, Wirathu selaku biksu Myanmar yang anti-Islam kembali meneriakkan ancamannya.

Biksu yang mendalangi pembantaian ratusan ribu muslim di Rohingya ini berjanji akan membalas perlakuan muslim di Aceh terhadap umat Buddha. Dikutip dari Aljazeera, Wirathu membanggakan pembunuhan massal yang telah dilakukan para pengikutnya.

"Kami telah membantai ratusan ribu muslim di Myanmar, tak ada yang dapat membendung kami ke Aceh," ujar biksu yang hanya dihukum satu tahun ini.

"Para biksu sudah dibekali kemampuan militer. Kami tidak hanya akan mengusir umat muslim di Myanmar, tapi juga di Asia Tenggara ini. Agar kedamaian tercipta abadi," ketusnya.
]]]]]

Risalah menelusuri situs Al-Jazeera untuk memeriksa apakah ada pernyataan Wirathu terkait ancamannya ke Aceh. Kata kunci yang digunakan adalah "Wirathu" dan "Aceh".

Tidak ditemukan adanya berita yang memuat Wirathu mengancam Aceh, atau kutipan pernyataan itu.

Begitu pula pencarian di Al-Jazeera bahasa Arab dengan kata kunci "Aceh", tak ada satupun berita yang relevan dengan isi blog RakyatSumatera.

Sehingga, dapat dipastikan bahwa isi artikel dalam blog tersebut adalah hoax atau berita tidak benar.

Konten blog RakyatSumatera itu sendiri memang memuat artikel yang ditambahi cerita aneh-aneh dan hoax, namun dibingkai dengan cara penyampaian seperti berita.

Juga mengklaim sumber dari media-media internasional seperti: Al-Jazeera, BBC, CNN, Staitstimes, The Independent dan sebagainya.

Contoh artikel hoax dan aneh di blog RakyatSumatera:
(Hoax) Buru Biksu radikal Wirathu, Presiden Turki kirimkan kapal perang berisi pasukan Khusus
(Hoax) Rudal Republik Syi'ah Iran sanggup meluncur hingga 5000 km ke Myanmar
Share To:

Risalah Media

Berita dan informasi dengan sudut pandang Islam

Post A Comment:

0 comments so far,add yours

Note: only a member of this blog may post a comment.