Yogi Adityanath, seorang pendeta Hindu yang mendukung larangan penyembelihan Sapi memimpin negara bagian Uttar Pradesh, India

Yogi Adityanath (tengah) menjadi menteri pemerintahan daerah Uttar Pradesh
Perdana Menteri Narendra Modi dan partainya menunjuk tokoh Hindu garis keras Yogi Adityanath untuk memimpin negara bagian berpenduduk terpadat di India.

Populasi daerah ini sekitar 199 juta jiwa, dengan jumlah Muslim mencapai 19%.

Adityanath dianggap memprovokasi munculnya kekerasan terhadap minoritas Muslim, serta terlibat perselisihan berbau agama.

Penunjukan Adityanath memimpin Uttar Pradesh dikecam anggota partai oposisi.

Namun, Partai Bharatiya Janata (BJP) menyebutnya sebagai "pemimpin yang tepat" di negara bagian itu.

Adityanath mengambil alih jabatannya sejak hari Minggu (19/3) kemarin.

"Ini adalah momen penting dalam sejarah BJP", kata menteri informasi Venkaiah Naidu kepada wartawan, setelah para pejabat BJP bertemu di ibukota Uttar Pradesh.

"Mandat (pemerintah daerah) adalah melakukan pembangunan, good governance dan mengatasi politik kasta", ujarnya.

BJP yang merupakan partai sayap kanan Hindu, menang telak dalam pemilihan di Uttar Pradesh pekan lalu, terbesar sejak 1977.

Kemenangan ini makin meningkatkan prospek kemenangan Modi dalam pemilu 2019 nanti.

Adityanath, 44, adalah pendeta kepala di Gorakhnath Mutt, sebuah kuil Hindu di timur Uttar Pradesh. Ia mendukung adanya aturan kuat perlindungan Sapi, hewan yang disucikan agama Hindu.

Adityanath bahkan meminta kelompok minoritas yang menentang yoga agar pergi dari India atau membuang dirinya ke laut.

Dalam sebuah video 2014 lalu, ia menolak adanya wanita Hindu yang masuk Islam karena perkawinan.

"Jika kalian mengambil 1 gadis Hindu, kami akan ambil 100 gadis Muslim", katanya, kepada massa pendukung. Serta mengancam akan mengambil tindakan jika pemerintah membiarkan.

Adityanath pun mengkritik cerita madam Theresa yang disebutnya sebagai propaganda para penginjil.

Ia juga dianggap melakukan pidato provokatif selama kampanye di Uttar Pradesh, dimana BJP tidak mengusung satupun calon Muslim dalam pemilihan.

Sementara itu, Manish Tewari, tokoh senior di Partai Kongres (oposisi), menyebut pemilihan Adityanath sebagai sebuah pertanda adanya "polarisasi besar".

Profesor Sudha Pai, pengamat politik Uttar Pradesh dari Universitas Jawaharlal Nehru, menilai Adityanath bukanlah pilihan baik dan "tidak akan membantu agenda pembangunan dalam pemerintahan Modi". (Staitstimes/Hindustantimes)
Share To:

Risalah Media

Berita dan informasi dengan sudut pandang Islam

Post A Comment:

0 comments so far,add yours

Note: only a member of this blog may post a comment.