Kebijakan Donald Trump melarang masuknya imigran dari sejumlah negara mendapat penentangan dari instrumen hukum AS

Presiden AS Donald Trump (CNN)
Hakim Federal Amerika Serikat memperpanjang perintah pemblokiran terhadap kebijakan imigrasi Presiden Donald Trump.

Derrick Watson, Hakim Distrik di Hawaii, pada Rabu (29/3), menyatakan telah mengubah larangan sementara (yang sebelumnya telah dikeluarkan) menjadi putusan awal.

Putusan awal tidak mengenal tanggal berlaku, menurut Jaksa Agung Hawaii Doug Chin.

Hal ini berarti, Trump tidak bisa melaksanakan kebijakan kontroversial itu selama masih disidangkan.

Kementerian Kehakiman AS diperkirakan akan mengajukan banding ke Pengadilan Banding Sirkuit Kesembilan untuk menentang putusan Watson.

Perintah pertama Watson untuk menghentikan implementasi kebijakan Trump dikeluarkan pada 15 Maret.

Trump sudah dua kali mengeluarkan kebijakan pelarangan imigrasi dari negara-negara mayoritas Muslim. Keduanya dikritik dan diblokir oleh hakim.

Jaksa Agung Chin menyambut baik putusan tersebut.

"Dengan putusan awal yang sudah ditetapkan, warga Hawaii yang mempunyai keluarga di keenam negara mayoritas Muslim, termasuk mahasiswa, pelancong dan pengungsi di seluruh dunia, mendapatkan sedikit kepastian", ujarnya.

"Meski kami tahu Presiden akan mengajukan banding, kami yakin putusan pengadilan yang sangat berdasar ini akan dipertahankan", jelasnya.

Kebijakan imigrasi Trump melarang warga Libya, Somalia, Sudan, Suriah, Yaman dll untuk masuk ke Amerika Serikat selama 90 hari, dan semua pengungsi selama 120 hari.

Kebijakan kali ini tidak memasukkan Irak ke dalam daftar negara terlarang, mengecualikan warga dengan visa dan izin tinggal permanen, dan menghapus ketentuan yang disebut-sebut memprioritaskan minoritas agama tertentu. (CNN Indonesia)
Share To:

Taufiq Akbar Wardiana

Berita dan informasi dengan sudut pandang Islam

Post A Comment:

0 comments so far,add yours

Note: only a member of this blog may post a comment.