Komandan LNA, Khalifa Haftar, melancarkan serangan militer selama hampir tiga tahun terhadap kelompok Islam dan lawan mereka lainnya

Ilustrasi (Reuters)
Faksi bersenjata memasuki dua pelabuhan minyak utama Libya pada Jumat (3/3).

Insiden ini berisiko meningkatkan pertempuran di sekitar pelabuhan dan mengganggu upaya Libya menghidupkan kembali produksi minyaknya.

Es Sider dan Ras Lanuf adalah dua kilang terbesar Libya, dengan potensi gabungan kapasitas produksi sekitar 600.000 barel per hari (bph).

Brigade Pertahanan Benghazi (BDB) meluncurkan serangan cepat yang menusuk pertahanan Tentara Nasional Libya (LNA). BDB telah meningkatkan kontrol atas beberapa wilayah sekitar.

Sebelum BDB masuk, serangan udara juga menghantam, port ketiga, Brega, tapi LNA telah menarik orang-orang dan peralatan di sekitar Es Sider dan Ras Lanuf agar menghindari pertarungan, menurut juru bicara LNA, Ahmed al-Mismari.

Setidaknya sembilan anggota LNA tewas dan delapan terluka dalam pertempuran, menurut sumber medis.

Belum ada pernyataan dari Perusahaan Minyak Nasional Libya (NOC) di Tripoli. Perusahaan ini sempat ditutup tujuh bulan lalu oleh LNA.

Sejak itu, BDB melancarkan beberapa serangan, tapi dapat digagalkan.

Serangan-serangan ini terkait konflik antar faksi-faksi militer di timur dan barat Libya.

LNA sendiri mengambil kilang di Es Sider, Ras Lanuf, Brega dan pelabuhan minyak Zueitina bulan September 2016. Semua aset ini, kecuali Brega, telah lama dikepung.

Setelah NOC membuka kembali kilang, produksi minyak Libya naik dua kali lipat.

BDB terdiri dari grup petempur yang dipukul dari kota Benghazi oleh LNA.

Komandan LNA, Khalifa Haftar, melancarkan serangan militer selama hampir tiga tahun terhadap kelompok Islam dan lawan mereka lainnya.

LNA menuduh lawan-lawannya sebagai "ekstremis Islam".

Masing-masing pihak juga menuduh lawan menggunakan tentara bayaran dari wilayah tetangga, sub-Sahara Libya.

Beberapa faksi di timur bahkan menuduh Pemerintah Nasional (GNA) dukungan PBB di Tripoli, sebagai pendukung BDB dan sekutunya.

Pemimpin GNA mengecam serangan hari Jum'at atas aset minyk.

"(Kami) tidak memberi perintah apapun pada pasukan untuk bergerak ke daerah itu", ujar sebuah pernyataan. (Reuters)
Share To:

Taufiq Akbar Wardiana

Berita dan informasi dengan sudut pandang Islam

Post A Comment:

0 comments so far,add yours

Note: only a member of this blog may post a comment.