Ankara menuduh unjuk rasa di ibukota Swiss digerakkan pendukung grup teroris (PKK) untuk menyudutkan Presiden Erdogan

Demo di Swiss


Kementerian Luar Negeri Turki memanggil Duta Besar Swiss di Ankara, Minggu (26/3), atas unjuk rasa di ibukota Bern.

Ankara menuduh unjuk rasa itu digerakkan pendukung grup teroris (PKK) yang ditujukan menyudutkan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan.

Seperti dikutip Reuters, Kemenlu Turki memanggil charge d'affaires Swiss, karena Dubes Walter Haffner sedang tidak berada di Ankara.

Kemenlu Turki meminta Haffner agar mendesak pemerintah Swiss menyeret penggerak demo anti-Erdogan ke jalur hukum.

Haffner juga dituntut untuk memastikan demonstrasi serupa tak terulang.

Turki menjadi sorotan belakangan ini terkait perseteruannya dengan Uni Eropa (UE), terutama Jerman dan Belanda.

Ankara kesal karena kedua negara itu menghalang-halangi kampanye referendum oleh para menteri Turki kepada warganya yang ada di sana.

Ankara menilai Eropa tidak merestui kampanye yang mengajak warga Turki memilih "Ya" saat pemungutan suara 16 Apri nanti. Sebaliknya, UE dianggap mendukung pilihan "Tidak".

Referendum akan menentukan penguatan kekuasaan presiden Turki dengan memegang pemerintahan (eksekutif).

Hubungan UE sejak tahun lalu memang meregang dengan Turki pasca kudeta gagal. Mereka menuding Erdogan semena-mena dan mengarah pada kediktatoran. (MetroTv/Reuters)
Share To:

Taufiq Risalah

Berita dan informasi dengan sudut pandang Islam

Post A Comment:

0 comments so far,add yours

Note: only a member of this blog may post a comment.