Sedikitnya 110 orang tewas karena kelaparan dan diare hanya dalam 48 jam di wilayah Bay, Somalia

Ribuan orang mendatangi ibukota, Mogadishu untuk mencari bantuan makanan (AlJazeera)
Perdana Menteri Somalia Hassan Ali Khaire mengumumkan, sekitar 110 orang tewas karena kelaparan dan diare "selama 48 jam terakhir" di wilayah Bay, barat daya negeri.

Kabar duka ini terkait dengan peringatan pemerintah Somalia pekan lalu, tentang dampak bencana kekeringan nasional.

"Ini adalah situasi yang sulit bagi penggembala dan ternaknya. Beberapa orang terkena (kelaparan) dan diare di saat yang sama. Dalam 48 jam terakhir, 110 orang meninggal karena (kelaparan) dan diare di wilayah Bay", menurut pernyataan kantor Khaire, Sabtu (4/3).

"Pemerintah Somalia akan melakukan yang terbaik, dan kami mendesak semua warga Somalia, dimanapun berada, agar membantu menyelamatkan Somalia", lanjut pernyataan itu.

Kebanyakan anak-anak dan orang tua meninggal di desa-desa sekitar kota Baido, menurut kepala kemanusiaan daerah pemerintah, Abdullahi Omar Roble.

Roble mengatakan, tidak ada cukup obat untuk mengobati semua pasien.

Kekeringan menyebabkan penyebaran akut penyakit diare, kolera dan campak. Hampir 5,5 juta orang beresiko terkena penyakit yang ditularkan melalui air kotor.

Wabah kolera menewaskan sedikitnya 69 jiwa sejak Jum'at (3/3), menurut pejabat pemerintah setempat. Lebih dari 70 orang lain masih dirawat di rumah sakit.

PBB menyerukan adanya peringatan kematian terkait kolera dan penyakit lainnya akibat minimnya air bersih.

PBB memperkirakan, lima juta orang di seluruh Somalia membutuhkan bantuan.

Sementara itu, ribuan warga pergi ke ibukota Mogadishu dengan harapan mencari bantuan pangan. Mereka membanjiri lembaga bantuan lokal dan internasional.

Lebih dari 7.000 pengungsi dimasukkan ke salah satu dapur umum baru-baru ini.

363.000 anak-anak kekurangan gizi akut dan membutuhkan perawatan mendesak serta dukungan nutrisi, menurut sebuah lembaga bantuan AS.

Pemerintah Somalia juga memperingatkan, bencana kelaparan yang meluas bisa membuat warga rentan dieksploitasi, pelanggaran HAM, jaringan kriminal, dan juga terorisme.

Somalia merupakan satu dari empat wilayah yang dipilih oleh Sekjen PBB untuk menerima alokasi sekitar $ 4.4 milyar dalam upaya mencegah bencana kelaparan. Negara lainnya adalah Nigeria, Sudan Selatan, dan Yaman.

Dana kemanusiaan PBB tahun 2017 bagi Somalia adalah $ 864 juta, dengan target bantuan menjangkau 3,9 juta jiwa.

Tetapi, Program Pangan Dunia PBB (WFP) baru-baru ini meminta tambahan lagi sebesar $ 26 juta.

Kekeringan ini adalah krisis pertama bagi pemimpin baru Somalia, Presiden Mohamed Abdullahi Mohamed, yang juga dikenal sebagai Farmajo.

Sebelumnya pada 2011, diperkirakan 260.000 orang mati kelaparan di sana. (Al-Jazeera)
Share To:

Taufiq Akbar Wardiana

Berita dan informasi dengan sudut pandang Islam

Post A Comment:

0 comments so far,add yours

Note: only a member of this blog may post a comment.