Kebijakan diplomatik Amerika Serikat di Suriah saat ini tidak lagi terfokus menggulingkan Basyar al-Assad, menurut Duta Besar AS untuk PBB

Duta Besar AS untuk PBB Nikki Haley (Reuters)
Kebijakan diplomatik Amerika Serikat di Suriah saat ini tidak lagi terfokus menggulingkan Basyar al-Assad, menurut Duta Besar AS untuk PBB Nikki Haley, Kamis (30/3).

"Apakah kita pikir dia hambatan? Ya. Apakah kita hanya akan duduk dan fokus membuat dia turun? Tidak", ujar Haley.

"Fokus kita adalah menempatkan tekanan di sana sehingga bisa memulai membuat perubahan di Suriah", lanjutnya.

Saat Kampanye, Trump memang mengatakan memerangi ISIS adalah prioritas yang lebih tinggi daripada meminta Assad mundur dari jabatan.

"Kita tidak bisa selalu fokus pada Assad seperti yang dilakukan pemerintahan sebelumnya (Obama). Prioritas kami adalah untuk mendapatkan sesuatu, dan (menentukan) siapa yang dapat kita ajak kerjasama membuat perbedaan bagi rakyat Suriah", tuturnya.

Seperti diketahui, saat ini AS bersekutu dengan milisi SDF yang didominasi YPG Kurdi.

Mereka sukses memanen wilayah ISIS di utara Suriah serta punya agenda mendapatkan kekuasaan federal atau otonomi.

Pandangan rezim Trump bertentangan dengan Eropa, yang tetap bersikeras Assad harus mundur.

Duta Besar Prancis untuk PBB Francois Delattre mengatakan: "Assad tidak bisa dilibatkan dalam masa depan negaranya"

Namun pergeseran politik pemerintah Trump menuai teguran keras dari setidaknya dua senator Partai Republik.

Senator John McCain dan Lindsey Graham secara terpisah menentang pernyataan Haley.

McCain, pempimpin Senat Komite Angkatan Bersenjata, menyebut pernyataan Haley tidak melihat kenyataan tragis di lapangan.

Menurutnya, rakyat Suriah tidak bisa menentukan nasib Assad atau masa depan negaranya karena sedang dibantai oleh militer Assad, yang didukung angkatan udara Rusia dan Iran.

"Membiarkan Assad berkuasa dapat memberikan kemenangan yang besar bagi Rusia dan Iran", ujar Graham, anggota Komite Angkatan Bersenjata.

Sementara Menteri Luar Negeri AS, Rex Tillerson, di Ankara menyatakan status Assad "akan ditentukan oleh rakyat Suriah".

Politisi oposisi Suriah, Farah al-Attasi, menilai Departemen Luar Negeri AS dan Gedung Putih mengirimkan pesan kontradiktif terkait Suriah, yaitu tidak fokus secara eksklusif pada pertempuran melawan ISIS. (Reuters)
Share To:

Taufiq Akbar Wardiana

Berita dan informasi dengan sudut pandang Islam

Post A Comment:

0 comments so far,add yours

Note: only a member of this blog may post a comment.