Kelompok HAM melihat kerusuhan di Xinjiang lebih merupakan reaksi atas kebijakan pemerintah yang represif rezim Komunis

'
Peta Xinjiang, China (sp.beritasatu.com)
Kelompok separatis Islam di China barat "menimbulkan ancaman paling besar bagi keamanan negara, ekonomi dan stabilitas sosial", ungkap pejabat tinggi keamanan China, Jum'at (10/3).

Beijing sejak lama menghadapi Gerakan Kemerdekaan Turkestan Timur (ETIM) di Xinjiang.

Ratusan orang tewas dalam beberapa tahun terakhir, dalam kerusuhan antara etnis Uighur dan etnis mayoritas Han.

"(ETIM) adalah tantangan yang paling menonjol untuk stabilitas sosial China, pembangunan ekonomi dan keamanan nasional", ujar Cheng Guoping, Komisaris Negara untuk Kontraterorisme dan Keamanan, dikutip China Daily.

Komentar ini datang setelah beredarnya video militan ISIS melatih orang-orang Uighur di Irak. Mereka juga bersumpah mengibarkan bendera ISIS di China.

(Namun perlu dicatat, keberadaan ISIS cenderung merusak tujuan politik sebuah gerakan perlawanan lokal, karena sikapnya yang ultra ekstrimis, red)

Wilayah barat ini dianggap penting oleh Partai Komunis yang berkuasa di China.

Presiden Xi Jinping bahkan menghadiri pertemuan delegasi Xinjiang, hari Jum'at, di sela-sela sidang parlemen tahunan.

Cheng mengatakan, China harus "memeriksa secara ketat apakah Afghanistan menjadi surga lain bagi kelompok ekstrimis dan teroris. Perkembangan itu dapat menimbulkan tantangan serius bagi keamanan perbatasan di barat laut".

Bulan lalu, Central Asia-Caucasus Analyst melaporkan pasukan China berpatroli di Afganistan bersama mitra setempat. China membantah laporan tersebut.

Masalah keamanan muncul saat China mengejar proyek "One Belt, One Road". Ini adalah proyek pembukaan jalur darat dan laut baru bagi perpindahan barang-barang China, termasuk di sisi barat.

Cheng mengatakan, menjaga keamanan bagi proyek tersebut merupakan tugas penting dan tantangan serius.

Sementara itu, kelompok HAM melihat kerusuhan di Xinjiang lebih merupakan reaksi atas kebijakan pemerintah yang represif rezim Komunis.

Para pengamat menduga ETIM sebagai kelompok militan kohesif yang muncul atasnya. China menyangkal adanya penindasan di Xinjiang. (Reuters)
Share To:

Taufiq Risalah

Berita dan informasi dengan sudut pandang Islam

Post A Comment:

0 comments so far,add yours

Note: only a member of this blog may post a comment.