Badan pangan PBB mendesak China meningkatkan upaya membendung dan memberantas virus flu burung yang telah menewaskan sejumlah korban

Petugas kesehatan membasmi kuman pada sebuah kendaraan untuk mencegah penyebaran flu burung di Pohang, Korea Selatan, Senin (19/12/2016). -Reuters-
Badan pangan PBB, Jum'at (17/3), mendesak China meningkatkan upaya untuk membendung dan memberantas virus flu burung yang telah menewaskan sejumlah korban tahun ini.

Organisasi Pangan dan Pertanian (Food and Agriculture Organization/FAO) sudah memperingatkan negara tetangga China berisiko tinggi tertular virus H7N9.

Jenis tersebut baru-baru ini bermutasi menjadi jauh lebih mematikan bagi Ayam dibandingkan sebelumnya.

FAO juga memperingatkan migrasi burung liar dapat membawa virus hingga ke Eropa dan Amerika.

Pernyataan FAO disampaikan setelah bulan lalu China melaporkan 79 orang meninggal selama Januari.

Sebuah wabah H7N9 yang paling mematikan sejak virus itu terdeteksi menjangkiti manusia pada 2013.

Hampir satu dari tiga orang yang terjangkit H7N9 meninggal dunia.

Menurut FAO, lonjakan kasus baru pada manusia di beberapa wilayah China timur dan selatan menandakan virus sudah menimbulkan lebih banyak kasus infeksi dibandingkan semua jenis virus flu burung lain, seperti H5N1 dan H5N6.

Vincent Martin, perwakilan FAO di China, meminta upaya penghentian wabah difokuskan pada upaya memberantas virus dari sumbernya.

"Pendeteksian penyakit, membersihkan peternakan yang terinfeksi ataupun pasar burung hidup, mengintervensi sejumlah titik penting dalam rantai (perpindahan) unggas, dari peternakan sampai ke meja makan, itu diperlukan", katanya, dikutip AFP. (Antaranews/AFP)
Share To:

Taufiq Akbar Wardiana

Berita dan informasi dengan sudut pandang Islam

Post A Comment:

0 comments so far,add yours

Note: only a member of this blog may post a comment.