Lebih dari 30 orang tewas dalam serangan bom ke gedung pengailan Damaskus yang dikontrol rezim Assad

Foto Cuplikan Video Al Jazeera
Dua bom menghantam ibukota Suriah, Damaskus, pada Rabu (15/3), menewaskan puluhan orang.

Seorang pelaku meledakkan diri dengan rompi bom di gedung pengadilan utama ibukota pada sore hari, menewaskan sedikitnya 31 orang dan melukai 102 lainnya, menurut kantor berita rezim, SANA.

Penyerang kedua meledakkan diri di sebuah restoran daerah Rabweh, Damaskus, melukai sedikitnya 28 orang.

Al-Jazeera melaporkan, pelaku pertama dilaporkan langsung meledakkan diri setelah dihentikan oleh keamanan di pintu gerbang pengadilan.

Serangan dilakukan pada jam sibuk sehingga menimbulkan banyak korban. Gedung pengadilan terletak di dekat pasar Hamidiyeh, yang cukup terkenal dan ramai.

Kepala polisi Damaskus Mohammad Kheir Ismail mengatakan, seorang pria mengenakan seragam militer dan membawa senapan dan granat tiba di pintu masuk saat sore.

Para penjaga berusaha menghentikannya, menahan tangannya dan melakukan pemeriksaan. Pada saat itulah, ia langsung kabur ke dalam gedung dan meledakkan diri.

"Ini adalah tindakan kotor, orang yang masuk gedung tidak bersalah", ujar Jaksa Agung Suriah, Ahmad al-Sayed.

Tidak ada pihak yang segera mengklaim serangan. Kelompok Islamis Tahrir Syam membantah terlibat serangan tersebut.

Mereka menegaskan target perang mereka terbatas di kantor keamanan atau barak militer rezim dan sekutunya.

Serangkaian serangan terjadi di beberapa wilayah rezim belakangan ini. Dua serangan terjadi di markas militer Homs oleh Tahrir Syam.

Pekan lalu, serangan pun terjadi dekat situs keramat Syi'ah di kota tua Damaskus.

Analis meramalkan, oposisi yang mengalami kemunduran militer, beralih dengan taktik serangan gerilya di wilayah rezim Assad. (Al-Jazeera)
Share To:

Taufiq Risalah

Berita dan informasi dengan sudut pandang Islam

Post A Comment:

0 comments so far,add yours

Note: only a member of this blog may post a comment.