Biksu Buddha penghasut yang terkenal dengan sikap anti-Islam dilarang memberikan ceramah di Myanmar selama satu tahun

Biksu garis keras Ashin Wirathu
Biksu Buddha penghasut yang terkenal dengan sikap anti-Islamnya dilarang memberikan ceramah di Myanmar selama satu tahun, menurut pejabat lokal, Sabtu (11/3).

Komite negara Sangha Maha Nayaka (Ma Ha Na), yang mengawasi dan mengatur biksu Buddha, lewat pernyataannya menyebut Ashin Wirathu berulang kali menyampaikan pidato kebencian agama.

Provokasinya menyebabkan perselisihan sosial, menghambat penegakan hukum, dan sikap politik sektarian yang mengobarkan ketegangan di masyarakat.

Menurut Aung San Win, seorang pejabat di Kementerian Agama dan Kebudayaan, larangan diputuskan dalam pertemuan Komite Ma Ha Na, hari Kamis.

"Larangan satu tahun dimulai dari hari Jum'at (10/3)", katanya melalui telepon, dikutip Anadolu Agency.

Pernyataan lembaga itu juga mengindikasikan Wirathu bisa menghadapi tuntutan hukum atas hasutannya.

Putusan muncul setelah sang biksu memberi ceramah di sebuah kota kecil Maubin, Ayeyawaddy, Rabu (8/3), meskipun ia sudah dilarang oleh pemerintah daerah.

Kantor berita Anadolu Agency tidak dapat menjangkau Wirathu untuk memberi komentar.

Wirathu adalah salah satu biksu paling frontal dari 'Asosiasi untuk Perlindungan Ras dan Agama' (lebih dikenal sebagai Ma Ba Tha dalam singkatan Myanmar).

Ma Ba Tha merupakan kelompok nasionalis Buddha yang memicu api kebencian SARA terhadap minoritas Muslim di negara itu.

Baru-baru ini atas permintaan Wirathu, anggota Ma Ba Tha dari kota Mandalay, melaporkan seorang wartawan Swe Win dengan tuduhan pencemaran nama baik.

Swe Win memang mengkritik Wirathu yang memuji pembunuh seorang pengacara Muslim, Ko Ni.

Bagi kaum Buddha radikal, Muslim Myanmar dan terutama Rohingya, adalah ancaman.

Mereka khawatir populasi Muslim akan meledak, sementara jumlah penganut Buddha menurun, sehingga negara bagian Rakhine akan "jatuh" ke tangan umat Islam.

Karena itulah tuntutan internasional soal pengakuan kewarganegaraan Rohingya sangat ditentang keras. (Anadolu Agency/rslh)
Share To:

Risalah Media

Berita dan informasi dengan sudut pandang Islam

Post A Comment:

0 comments so far,add yours

Note: only a member of this blog may post a comment.