Apa pesan pemerintah Indonesia kepada presiden Yaman, dalam konflik negeri itu melibatkan pemberontak Syi'ah Houthi?

Joowi minta Hadi jami keamanan WNI di Yaman (CNN Indonesia)
Presiden Joko Widodo meminta Presiden Yaman, Mansour Hadi, untuk menjamin keselamatan warga negara Indonesia dalam konflik yang masih berkecamuk di negara itu.

Seperti dilansir CNN Indonesia, Jokowi menyampaikannya saat bertemu dengan Hadi di sela Konferensi Tingkat Tinggi Asosiasi Negara Lingkar Samudera Hindia (IORA), di Jakarta, Selasa (7/3).

"Presiden minta perhatian agar mahasiswa Indonesia yang di Yaman tetap dilindungi karena 2.600 warga kan sudah dievakuasi, ternyata masih ada 600 lagi yang tinggal di kota Salalah, di antara Oman-Yaman", ujar Menteri Koordinator Perekonomian, Darmin Nasution, yang turut mendampingi Jokowi dalam pertemuan.

Dalam perbincangan itu, Jokowi juga mendorong upaya perdamaian inklusif oleh pemerintah Yaman agar mengakhiri perang sejak 2015 lalu.

“Pak Presiden menyatakan RI terus mendukung Yaman bisa ambil langkah damai dalam rekonsiliasi konflik mereka. Yaman menuturkan sedang mengupayakan itu. Kami harap rekonsiliasi berjalan inklusif”, ujar Wakil Menteri Luar Negeri RI, AM Fachir, yang juga mendampingi Jokowi.

Dalam pertemuan bilateral, kedua pemimpin banyak membahas situasi dan kondisi masing-masing negara.

Indonesia juga menyatakan simpatinya atas konflik yang belum juga usai di Yaman.

Fachir mengatakan, Indonesia siap berkontribusi dalam pembangunan di Yaman pasca perang. Salah satunya dengan menawarkan sejumlah perusahan Indonesia berinvestasi di sana.

“Yaman menceritakan kondisi mereka yang sedang kesulitan. Kita (Indonesia) dengan senang hati mau berkontribusi dalam membantu Yaman merekonstruksi negaranya pasca konflik”, katanya.

Upaya politik antara kelompok pemberontak Syi'ah Houthi dan sekutunya (loyalis Abdullah Saleh), dengan pemerintahan Mansour Hadi, belum tercapai, meski telah melalui beberapa upaya damai yang disponsori PBB.

Dalam perundingan terakhir, Houthi setuju menyerahkan senjata berat dan menarik mundur milisinya dari kota-kota utama yang diduduki, sebagai timbal baliknya akan dibentuk pemerintahan gabungan.

Namun, Hadi menolaknya. Ia menegaskan, pemerintahannya 'lah yang resmi diakui oleh internasional.

Tuntutan Houthi dan Saleh itu dianggap sebagai jebakan untuk melemahkan legitimasi pemerintah sah, serta melegalkan pemberontakan inkonstitusional.

Menurut PBB, perang ini telah membunuh 10 ribu orang dari kedua pihak maupun warga sipil.

Pemerintah Yaman didukung oleh Saudi, sementara Houthi dan Saleh (mantan diktator Yaman) disebut didukung oleh Iran.

Jika dibiarkan, situasi ini dikhawatirkan akan mengguncang Timur Tengah serta menghancurkan Yaman.

Selain membahas konflik Yaman, pertemuan bilateral Jokowi dan Mansour Hadi turut membahas penguatan kerja sama ekonomi kedua negara. (CNN Indonesia/rslh/Arabnews)
Share To:

Taufiq Akbar Wardiana

Berita dan informasi dengan sudut pandang Islam

Post A Comment:

0 comments so far,add yours

Note: only a member of this blog may post a comment.