Jika di Indonesia ada "bom panci berpaku", maka di luar negeri, AS dibuat pusing dengan isu al-Qaeda membuat bom laptop yang dibawa naik pesawat

Pemerintah AS melarang penumpang pesawat dari negara-negara Timur Tengah untuk membawa laptop ke kabin. (REUTERS)
Seorang pejabat pemerintahan Amerika Serikat menyebut informasi intelijen yang didapatkan beberapa minggu ini, bahwa al-Qaeda sedang menyempurnakan teknik membuat bom di dalam laptop.

Al-Qaeda di Semenanjung Arab (AQAP) disebut sumber itu berniat menggunakan baterai laptop atau barang elektronik lain untuk menyembunyikan bahan peledak.

Menurutnya, informasi intelijen "mengindikasikan kelompok teror terus mengincar penerbangan komersial" dengan "menyelundupkan alat peledak di beberapa item".

Informasi ini telah memicu kebijakan AS yang melarang masuknya barang elektronik berukuran lebih besar dari ponsel ke dalam kabin pesawat dari sejumlah maskapai Timur Tengah dan Afrika Utara.

Larangan ini memaksa penumpang dari delapan negara menyimpan barang elektronik besar di bagasi pesawat.

Kebijakan ini melibatkan langkah pengamanan penerbangan terluas sejak serangan teror World Trade Center, 11 September 2011.

Sebanyak 50 penerbangan per hari dari 10 bandara di negara mayoritas Islam terkena dampak larangan ini, termasuk bandara penghubung besar seperti Dubai dan Istanbul, kata seorang pejabat senior pemerintahan.

Seorang pejabat penerbangan mengatakan dirinya diberi tahu bahwa langkah ini bukan "langkah politik".

Bahkan, pejabat-pejabat karir dilibatkan dalam pengambilan keputusan. Bukan hanya pemerintahan Trump yang meminta pelarangan tersebut, kata pejabat itu.

AS memberitahu 9 maskapai yang terkena aturan itu pada pukul 03.00 waktu setempat dan harus menerapkannya dalam waktu 96 jam.

Maskapai terkemuka internasional seperti Emirates Airline, Qatar Airways, British Airways dan Turkish Airlines, mesti menerapkan larangan.

Februari 2016, sebuah bom yang disembunyikan di dalam laptop diledakan di pesawat Daalllo Airlines yang terbang dari Mogadishu, Somalia.

Pelakunya tewas dan badan pesawat tersebut berlubang karena terkena ledakan.

Walau demikian, pesawat tersebut berhasil mendarat dengan selamat. (CNN Indonesia)
Share To:

Taufiq Akbar Wardiana

Berita dan informasi dengan sudut pandang Islam

Post A Comment:

0 comments so far,add yours

Note: only a member of this blog may post a comment.