Belasan perusahaan China mendapat sanksi AS, setelah membantu pengembangan senjata ilegal Iran

Ilustrasi pengembangan teknologi Iran
Pemerintah Amerika Serikat menjatuhkan sanksi pada 30 perusahaan asing dan individu yang memberikan teknologi canggih untuk pengembangan nuklir, atau melanggar aturan ekspor ke Iran, Korea Utara, dan Suriah.

“Pada 21 Maret, AS menjatuhkan sanksi pada 30 entitas dan individu asing di sepuluh negara yang melanggar INKSNA (Iran, North Korea, and Syria Nonproliferation Act Sanctions)”, menurut pernyataan Kementerian Luar Negeri AS.

Sanksi diantaranya dijatuhkan pada 11 perusahaan atau individu dari China, Korut, dan Uni Emirat Arab karena mentransfer teknologi yang dapat membantu pengembangan program rudal balistik Iran.

Sebelas entitas termasuk Jack Qin, Jack Wang, dan Karl Lee (dari China), serta perusahaan Beijing Zhong Ke Electric Co. Ltd., Dalian Zenghua Maoyi Youxian Gongsi, Ningbo New Century Import and Export Company Limited, Shenzhen Yataida High-Tech Company Ltd, Sinotech (Dalian) Carbon and Graphite Corporation, dan Sky Rise Technology.

Perusahaan Korea Utara yang terkena sanksi yaitu Saeng Pil Trading Corporation dan perusahaan berbasis UEA yang dihukum adalah Mabrooka Trading.

AS juga menjatuhkan sanksi pada 19 entitas dan individu yang melanggar ketentuan lainnya dalam INKSNA, yaitu pemberian teknologi sensitif bagi pengembangan senjata pemusnah massal.

Sanksi membuat 30 entitas tersebut tidak boleh berhubungan dengan badan-badan AS.

Mereka juga dianggap tidak memenuhi syarat dalam program penjualan barang atau amunisi AS.

Lebih jauh, pemerintah AS mencabut izin dan menolak permohonan izin dari semua pihak yang dikenakan sanksi.

Ketentuan sanksi akan berlaku selama dua tahun, terhitung mulai 21 Maret. (CNN Indonesia)
Share To:

Taufiq Akbar Wardiana

Berita dan informasi dengan sudut pandang Islam

Post A Comment:

0 comments so far,add yours

Note: only a member of this blog may post a comment.