Menteri luar negeri dari 68 negara bertemu di Washington DC, Amerika Serikat, untuk membicarakan strategi melawan ISIS

Ilustrasi fokus daerah perang untuk melawan ISIS (AlJazeera)
Menteri luar negeri dari 68 negara bertemu di Washington DC, Amerika Serikat, untuk membicarakan strategi melawan ISIS, Rabu (22/3).

Ini adalah pertemuan pertama koalisi militer pimpinan AS sejak terpilihnya Presiden Donald Trump.

Trump sendiri bersumpah menjadikan perang melawan ISIS sebagai prioritas. Ia mengarahkan Pentagon dan badan lainnya agar segera menyusun rencana.

Perdana Menteri Irak, Haider al-Abadi, mengakui telah meraih lebih banyak dukungan dari AS dalam perang melawan ISIS.

Menurut pernyataan Gedung Putih, Trump dan Abadi sepakat terorisme tidak dapat dikalahkan hanya dengan kekuatan militer saja.

Kedua pemimpin menyerukan mempererat hubungan komersial.

Diskusi ini juga menyoroti cara membantu rekonstruksi Mosul dan operasi ISIS di negara lain, seperti Libya.

Sementara di Suriah, pasukan koalisi pimpinan AS sudah bekerja sama dengan milisi Kurdi dan Arab (SDF).

Fokus mereka saat ini adalah mengepung dan merebut kembali Raqqah, basis utama ISIS di Suriah.

Juru bicara Pentagon Eric Pahon menjelaskan, operasi besar juga diarahkan untuk "mengamankan" daerah sekitar al-Tabqah dan Bendungan Tabqah di Sungai Efrat.

"Ini adalah target strategis yang signifikan", katanya.

Keberhasilan operasi ini akan "memotong ISIS" dari jalur barat menuju Raqqah. (Al-Jazeera)
Share To:

Taufiq Risalah

Berita dan informasi dengan sudut pandang Islam

Post A Comment:

0 comments so far,add yours

Note: only a member of this blog may post a comment.