Di al-Jadida, 6 rumah hancur lebur, 12 jenazah ditemukan terkubur

Seorang bapak menunjukkan bekas serangan udara koalisi AS di al-Jadida, Mosul
Komandan teratas pasukan AS di Timur Tengah menyebut kematian warga sipil dalam serangan udara baru-baru ini di Mosul, Irak, sebagai "tragedi yang sangat buruk".

Namun, ia enggan langsung mengaku bertanggung jawab atas kejadian tersebut.

"Kami sedang menyelidiki insiden tersebut untuk mencari tahu apa yang sesungguhnya terjadi dan akan terus mengambil langkah luar biasa untuk menghindari korban sipil", kata Jenderal Joseph Votel, yang mengepalai Komando Pusat AS, Senin (27/3).

"Kami akan terus memprioritaskan perlindungan warga Irak dalam semua operasi", lanjutnya.

Pasukan Irak, didukung koalisi internasional pimpinan Amerika Serikat, terlibat dalam pertempuran sengit merebut kota terbesar kedua negeri itu.

Meski sejumlah laporan menyebut serangan udara koalisi memakan banyak korban sipil, pihak rezim Irak akan melakukan penyelidikan tersendiri, menurut seorang juru bicara militer di di Baghdad.

Jumlah korban (diperkirakan puluhan hingga ratusan) hingga kini masih belum bisa dipastikan secara independen.

Brigadir Jenderal Yahya Rasool, juru bicara Komando Operasi gabungan, mengklaim kecurigaan bahwa ISIS sengaja mengumpulkan warga sipil dan meledakkan bom mobil di dekat lokasi "untuk memfitnah pasukan Irak".

Koalisi AS menyatakan, peristiwa jatuhnya korban sipil terjadi dalam serangan udara yang dilakukan pada 17 Maret di Mosul bagian barat.

Di sisi lain, sejumlah pejabat Irak merujuk adanya lebih dari satu serangan.

Di al-Jadida, lokasi di mana para warga sipil dilaporkan terkena serangan udara koalisi, pasukan Irak dan para relawan terus berupaya mengangkat jenazah dari tengah-tengah reruntuhan rumah.

Seorang juru foto AFP melihat petugas dan relawan menggali di sisa-sisa bangunan untuk mencari jenazah dari setidaknya enam rumah yang luluh lantak.

Jenazah 12 orang (termasuk perempuan dan anak-anak) ditempatkan di kantong jenazah berwarna biru.

Lebih dari 200 ribu warga sipil melarikan diri dari barat Mosul sebulan belakangan, kata otoritas Irak.

Ratusan ribu lainnya masih terperangkap, terjebak diantara pertempuran pasukan Irak dan militan ISIS yang mempertahankan diri. (CNN Indonesia/AFP)
Share To:

Taufiq Akbar Wardiana

Berita dan informasi dengan sudut pandang Islam

Post A Comment:

0 comments so far,add yours

Note: only a member of this blog may post a comment.