Sekitar 12 warga sipil diakui tewas dalam serangan AS terhadap al-Qaeda Yaman (AQAP) akhir Januari lalu

Bercak darah di rumah duka yang diserang oleh Pasukan koalisi Saudi (Sanaa, 16/2/2017, Reuters)
Sekitar 12 warga sipil diakui tewas dalam serangan AS terhadap al-Qaeda Yaman (AQAP) akhir Januari lalu, menurut kepala Komando Pusat militer AS, Kamis (9/3).

"Kami telah membuat perhitungan berdasarkan informasi terbaik yang tersedia tapi tetap menyebabkan ... 4 hingga 12 korban", ujar Jenderal Angkatan Darat AS Joseph Votel di sidang Senat.

Ia menerima tanggung jawab untuk kesalahan dalam operasi.

Kritikus kerap mempertanyakan tujuan operasi terhadap AQAP itu.

Operasi yang disahkan langsung oleh Presiden Donald Trump ini juga turut menewaskan seorang anggota Navy SEAL (pasukan elit) bernama William "Ryan" Owens.

Pentagon sedang melakukan penyelidikan mengenai rincian kematian Owens dan kehancuran helikopter militer AS saat operasi itu.

Votel mengatakan, penyelidikan tidak menemukan temuan terkait ketidakmampuan, kesalahan pengambilan keputusan, atau perkiraan yang salah.

"Maka, saya membuat kesimpulan bahwa tidak dibutuhkan penyelidikan lebih lanjut atas operasi khusus ini", kata Votel.

Sebelumnya, menurut sumber lokal, lebih dari 30 warga Yaman tewas akibat operasi ceroboh AS. Termasuk sejumlah wanita dan anak-anak.

Foto-foto korban membuat geram warga Yaman. Petempur AQAP bahkan ikut mengecam serangan tidak jelas AS itu.

Salah satu korban adalah anak perempuan berusia 8 tahun, Nawar al-Awlaki, putri mendiang tokoh al-Qaeda yang juga warga AS, Anwar al-Awlaki.

Nawar al-Awlaki
(Reuters)
Share To:

Taufiq Akbar Wardiana

Berita dan informasi dengan sudut pandang Islam

Post A Comment:

0 comments so far,add yours

Note: only a member of this blog may post a comment.