Menurut pernyataan, mereka akan segera merilis video yang menunjukkan militan ISIS menggiring warga sipil ke sebuah bangunan di Mosul

anggota Counter Terrorism Service (CTS) berjalan di lokasi setelah serangan udara terhadap ISIS memicu ledakan besar di Mosul, Irak (29/3/2017. Reuters)
Pentagon pada Kamis (30/3) kembali mengeluarkan pernyataan mengenai ledakan di Mosul, Irak, yang menewaskan banyak warga sipil.

Menurut pernyataan, mereka akan segera merilis video yang menunjukkan militan ISIS menggiring warga sipil ke sebuah bangunan di Mosul.

Lebih lanjut, militan kemudian mengeluarkan tembakan dari gedung tersebut pada pasukan koalisi AS.

240 orang tewas di distrik al-Jadida akibat ledakan, menurut pejabat lokal dan saksi mata. Sebuah bangunan runtuh dan banyak orang terperangkap di dalamnya.

Juru bicara koalisi AS mengatakan, ia sedang bekerja menyingkap video yang menunjukkan militan "menggiring warga sipil ke sebuah gedung di Mosul barat dan mengirim umpan agar koalisi menyerang".

"Ini bukanlah aksi menggunakan sipil sebagai tameng. Untuk pertama kalinya kami mengetahui ini, ISIS memaksa penduduk masuk ke gedung, menewaskan mereka yang menolak, kemudian menggunakan bangunan sebagai basis penyerangan terhadap (counter Terrorism Service)", ujar Kolonel Joseph Scrocca.

Scrocca mengatakan, taktik baru ISIS menyebabkan penyesuaian pada prosedur pertempuran. Sekitar 1.000 militan ISIS masih ada di Mosul barat.

Kelompok hak asasi Amnesty International dan Paus Fransiskus menyerukan perlindungan lebih baik bagi warga sipil di zona perang Irak. (Reuters)
Share To:

Taufiq Akbar Wardiana

Berita dan informasi dengan sudut pandang Islam

Post A Comment:

0 comments so far,add yours

Note: only a member of this blog may post a comment.