Kelompok milisi al-Syabaab Somalia dituduh menelantarkan warga sipil di wilayah yang dilanda kekeringan, seperti dikatakan pejabat PBB

Para wanita membawa jerigen air dari sumur dangkal di Shabelle River (19/3/2016. REUTERS)
Kelompok milisi al-Syabaab Somalia dituduh menelantarkan warga sipil di wilayah yang dilanda kekeringan, seperti dikatakan pejabat PBB, Kamis (16/3).

Hal itu terjadi karena jaringan al-Qaeda di Somalia ini dinilai membatasi akses bantuan internasional.

Sekitar seperempat juta orang meninggal karena kelaparan pada 2011 lalu, al-Syabaab disalahkan karena dianggap membatasi gerak atau menolak akses bantuan bantuan.

Kali ini, para milisi menjamin pergerakan warga tidak dibatasi.

"Kami tidak menghentikan mereka yang ingin pergi ke tempat lain, mereka bebas", ujar Syeikh Suldan Aala Mohamed, ketua komite darurat kekeringan al-Syabaab.

Al-Syabaab yang merupakan cabang al-Qaeda Somalia, kehilangan sebagian besar wilayahnya selama beberapa tahun terakhir oleh milisi pro-pemerintah dan pasukan Uni Afrika.

Meskipun kehilangan banyak kontrol, mereka masih kuat di kawasan pedesaan Somalia selatan.

Justin Brady, kepala Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan, mengatakan sudah bertemu dengan beberapa warga yang baru saja meninggalkan wilayah al-Syabaab.

"Jika mereka kembali dari daerah pemerintah, mereka bisa dicurigai dan rentan pada penyiksaan", ujar Brady.

"Ini sangat disayangkan. Jika hujan turun, mereka tetap tidak bisa pulang walau masih memiliki alat tanam dan benih", lanjutnya.

Brady menyebut al-Syabaab masih membatasi akses pekerja bantuan. Angka kematian terkait kolera dan diare di al Shabaab mencapai 4,5 kali lebih tinggi daripada di daerah pemerintah, menurut PBB.

"Kita tidak bisa menjangkau warga untuk memberikan kebutuhan dasar seperti tablet pemurni air, sabun, atau jerigen air", kata Brady.

Kolera merajalela di 11 dari 18 wilayah. Sumur mengering sehingga warga terpaksa minum air yang tercemar kuman.

Namun menurut Mohamed dari al-Syabaab, badan bantuan internasional di Somalia tidak efektif sehingga pihaknya mengupayakan bantuan sendiri.

"Mereka hanya berbicara, sementara warga yang sekarat memerlukan tindakan", ujar Mohamed.

"Kami sudah mulai memberikan (bantuan) makanan dan air ke daerah yang paling parah dilanda kekeringan", ungkapnya.

Ia mengatakan, kelompoknya menggunakan 70 truk pemasok air, juga memberikan jatah makanan bagi 400 keluarga, Kamis kemarin.

Meski warga masih skeptis bahwa milisi bisa menangani semua kebutuhan.

"Al-Syabaab memberi kami air dan makanan, kami telah melihat mereka membawa itu untuk daerah lain, tetapi kebutuhan seluruh masyarakat tidak sanggup dipenuhi", ujar warga bernama Abdullahi Mohamed dari Hindheer, Galgadud.

"Beberapa orang yang berada di hutan bahkan tidak kuat berjalan. Beberapa sekarat di bawah pohon", keluhnya.

Sementara itu, PBB mengklaim sudah memberi makan kepada 1,1 juta warga Somalia bulan lalu dan menyediakan air bersih bagi 570.000 orang. (Reuters)
Share To:

Taufiq Risalah

Berita dan informasi dengan sudut pandang Islam

Post A Comment:

0 comments so far,add yours

Note: only a member of this blog may post a comment.