AS masih kesulitan melacak keberadaan al-Baghdadi, diduga ia telah lari dari Mosul dan tidak melakukan komunikasi dengan anak buahnya melalui cara terlecak

Pemimpin ISIS Abu Bakr al-Baghdadi (Reuters)
AS dan Irak menduga, gembong ISIS Abu Bakr al-Baghdadi telah meninggalkan anak buahnya dalam pertempuran kota Mosul.

Kemungkinan ia bersembunyi di daerah padang pasir, berusaha menyelamatkan kelangsungan "kepemimpinannya".

Masih sulit untuk mengetahui keberadaan "khalifah" ISIS yang menyatakan dirinya pemimpin seluruh umat Islam di dunia. Ia baru sekali muncul di Masjid Agung Mosul, 2014 silam.

Menurut sumber-sumber intelijen AS dan Irak, tidak adanya komunikasi resmi dari sang pimpinan serta laju kekalahan di beberapa wilayah Mosul, memunculkan dugaan al-Baghdadi telah meninggalkan kota.

Ia merupakan target yang sulit dipahami, jarang menggunakan komunikasi yang bisa dipantau, dan bergerak secara terus-menerus, menurut sumber intelijen itu.

Dari pelacakan, ia dipercaya membaur diantara warga sipil pendukungnya yang ada di desa-desa daerah gurun, bukan dengan pasukannya di pertempuran daerah perkotaan.

Pada puncak kejayaannya dua tahun lalu, ISIS mengontrol jutaan orang. Mulai dari wilayah utara Suriah, juga kota dan desa di sepanjang lembah Sungai Tigris dan Efrat, hingga pinggiran Baghdad di Irak.

Sumber intelijen menunjukkan adanya penurunan tajam posting propaganda media sosial ISIS. Ini menjadi bukti al-Baghdadi dan lingkaran dalamnya semakin terisolasi.

Al-Baghdadi belum merilis pesan baru sejak awal November lalu, dua minggu setelah dimulainya pertempuran Mosul.

Pada pidato terakhir itu, ia meminta pengikutnya melawan "kafir" dan "mengalirkan darah mereka seperti sungai".

ISIS kemudian melakukan serangan sporadis bom bunuh diri di berbagai lokasi Irak dan Suriah. Tapi tidak penekanan khusus untuk Mosul, meskipun kota besar ini menjadi pusat utama pertempuran.

Kehadiran ISIS di Telegram juga menurun. Koalisi memperkirakan. aktivitas ISIS di Twitter menurun 45% sejak 2014.

Laporan resmi terakhir tentang al-Baghdadi datang dari militer Irak, 13 Februari.

Jet tempur F-16s dari AU rezim Irak melakukan serangan ke sebuah rumah, yang diyakini sebagai tempat pertemuan al-Baghdadi dengan komandan lainnya. Berlokasi di Irak barat dekat perbatasan Suriah.

Pemiliki nama asli 'Ibrahim al-Samarrai' ini bergerak di sekitar wilayah pelosok, sebagian besar di gurun tempat suku-suku Arab Sunni di utara sungai Efrat.

Daerah ini membentang dari kota Baaj, di barat laut Irak, ke kota perbatasan Suriah al-Bukamal.

"Ini wilayah penting mereka. Mereka kenal orang-orang dan medan di sana; makanan, air dan bensin mudah didapatkan, pengawasan lebih mudah dilakukan daripada di daerah ramai", menurut sumber intelijen.

Pemerintah AS telah membentuk satuan tugas bersama dalam melacak al-Baghdadi. Mencakup pasukan khusus operasi, CIA dan badan intelijen AS lainnya, didukung satelit mata-mata Badan Geospatial Intelligence Nasional.

Namun, al-Baghdadi tampaknya sudah belajar dari kasus penangkapan dan pembunuhan Osama bin Laden, 2011 lalu.

Ia juga sempat melakukan taktik berpindah mobil selama melakukan perjalanan, pelajaran yang dipetik dari serangan pesawat tak berawak yang menewaskan Anwar al-Awlaki, tokoh al-Qaeda Yaman. (Reuters)
Share To:

Taufiq Risalah

Berita dan informasi dengan sudut pandang Islam

Post A Comment:

0 comments so far,add yours

Note: only a member of this blog may post a comment.