ISIS dahulu menggunakan bom bunuh diri menargetkan para pejuang oposisi dan markasnya, sehingga merebut wilayah luas

Peta pendudukan Suriah (AlJazeera)
Operasi "Euphrate Shield" yang dilancarkan oleh Turki di utara Suriah mengalami kemajuan. Setelah operasi melawan ISIS di al-Bab selesai, pasukan itu ingin menuju Raqqah, ibukota de facto kelompok teroris.

Turki bekerja sama dengan oposisi Sunni dalam penyerangan. Namun, Raqqah yang ada di tenggara telah diblokir jalurnya oleh pasukan rezim Suriah.

Sementara AS mendukung Pasukan Demokratik Suriah (SDF) dalam pertempuran merebut Raqqah. Mereka sudah meraih kemajuan di sekitarnya.

Ahrar Syam, salah satu kelompok bersenjata paling kuat di Suriah, merupakan pemain kunci dalam perkembangan politik dan militer di utara negeri.

Juru bicara Ahrar, Ahmad Qara Ali, ikut berkomentar tentang operasi Raqqah. Menurutnya itu "penting dan sensitif."

"Operasi ini membutuhkan pertimbangan, kehadiran FSA, kehadiran faksi lokal yang kenal medan, dan pola pikir (masyarakat lokal)", jelasnya.

Selain itu, sejumlah besar warga sipil masih di dalam kota yang dikuasai ISIS itu.

Jika operasi Euphrate Shield bergerak ke Raqqah, Ahrar Syam akan berpartisipasi.

Dahulu mereka terlibat pembebasan kota Raqqah dari tangan rezim. Namun, mereka harus pergi akibat serangan ISIS yang merampas wilayah timur.

"Ketika ISIS muncul, para pejuang belum terbiasa menangkalnya. Mereka tidak mengenal cara pertempuran (ISIS). Memerangi musuh berarti melawan rezim. ISIS muncul tiba-tiba dan mulai menyerang beberapa faksi", jelas Ali.

Menurutnya, ISIS menggunakan bom bunuh diri menargetkan para pejuang oposisi dan markasnya.

Sementara saat itu mereka terlibat pertempuran dengan rezim, sehingga serangan ISIS sangat merugikan.

"ISIS tidak melawan rezim. Mereka menempatkan diri melawan pejuang. Untuk menghancurkan dan memusnahkan kami. Mereka meninggalkan Idlib dan barat Aleppo, lalu fokus di bagian timur Aleppo dan daerah timur lainnya, seperti Raqqah dan Deir Zour", ujar Ali, menjelaskan masa kemajuan kelompok teroris itu saat mencaplok wilayah-wilayah oposisi. (Al-Jazeera)
Share To:

Taufiq Risalah

Berita dan informasi dengan sudut pandang Islam

Post A Comment:

0 comments so far,add yours

Note: only a member of this blog may post a comment.