Pasukan India menembak mati tiga warga sipil pengunjuk rasa, serta seorang petempur lokal di daerah Chadoora

Situasi pemogokan di Kashmir (AA)
Sebagian besar aktivitas di wilayah Jammu dan Kashmir tutup pada Rabu (29/3) kemarin.

Penyebabnya pasukan India menembak mati tiga warga sipil pengunjuk rasa, serta seorang petempur lokal di daerah Chadoora, pusat Kashmir.

Pemimpin Musim Kashmir segera menyerukan pemogokan sebagai protes atas pembunuhan ini.

Kendaraan umum dan pribadi menghilang jalanan. Bisnis, sekolah, dan kantor-kantor publik juga ditutup.

Pemeriksaan atas insiden yang dijadwalkan hari Rabu juga ditunda.

Polisi India dan paramiliter menyebar di seluruh wilayah, terutama di Kashmir tengah.

Tiga pengunjuk rasa sipil ditembak mati dan lebih dari 25 warga sipil terluka di daerah Chadoora.

Pasukan India mengklaim, penembakan dilakukan karena ada yang melemparkan batu pada pasukan keamanan India.

Saat itu, pasukan India sedang terlibat baku tembak dengan militan yang terjebak di sebuah rumah.

Menurut pasukan keamanan, para pengunjuk berusaha memberi kesempatan bagi petempur melarikan diri.

Juru bicara polisi Manoj Pandita telah mengkonfirmasi 3 korban sipil tersebut. Baku tembak juga berakhir dengan kematian seorang militan lokal, menurutnya.

Rumah sakit telah mengidentifikasi korban sipil, yaitu Zahid Rashid (20), Aamir Fayaz (18) dan Ishfaq Ahmad, yang meninggal setelah ditembak beberapa kali.

Saat berita korban sipil menyebar, lebih banyak orang turun ke jalan di Chadoora dan bentrokan semakin intensif antara warga dan pasukan India.

Kashmir merupakan wilayah Himalaya dengan mayoritas Muslim. Daerah ini disengketakan oleh India dan Pakistan. Sebagian kecil Kashmir juga dimiliki oleh China. (Anadolu Agency)
Share To:

Taufiq Risalah

Berita dan informasi dengan sudut pandang Islam

Post A Comment:

0 comments so far,add yours

Note: only a member of this blog may post a comment.