Cadangan terbukti di pegunungan Grasberg, Papua, diprediksi akan habis pada 2054

Cadangan terbukti di pegunungan Grasberg diprediksi akan habis 2054 jika perusahaan tidak melakukan eksplorasi wilayah produksi baru. (Dok. PT Freeport Indonesia)
PT Freeport Indonesia memprediksi cadangan ore di lokasi pertambangan perusahaan di Papua akan habis di tahun 2054 mendatang dengan hitungan cadangan ore saat ini sebesar 2,1 miliar ton.

Senior Vice President Geo Engineering Freeport Wahyu Sunyoto menjelaskan, terdapat upaya konservasi yang akan dilakukan perusahaan agar cadangan tersebut bisa terjaga.

Salah satunya adalah mengurangi kapasitas pengolahan bijih (mill) maksimal sebesar 100 ribu ton per hari.

Menurutnya, saat ini kapasitas maksimal mill Freeport mencapai 300 ribu ton per hari. Jika cadangan ore ingin terjaga sampai 2054, setidaknya perusahaan harus memasang kapasitas mill sebesar 240 ribu ton per hari.

"Dulu memang pernah kapasitas mill mencapai 300 ribu ton per hari, tapi sekarang hanya 240 ribu ton per hari. Dengan angka tersebut dan cadangan yang ada, kami perkirakan cadangan tersebut habis 2054 mendatang", terang Wahyu, Senin (20/3), dikutip dari CNN Indonesia.

Untuk memaksimalkan kapasitas mill, perusahaan harus mencari cadangan ore baru sebanyak 2,3 miliar ton.

Sehingga, perusahaan perlu melakukan eksplorasi cadangan baru di sekitar lokasi tambang yang terletak di Pegunungan Grasberg saat ini.

Namun sayangnya, rentang waktu antara eksplorasi hingga produksi pertama terbilang memakan waktu.

Ia mencontohkan tambang perusahaan di Ertsberg yang ditemukan pada 1930 namun baru bisa diproduksi mulai 1992.

Selain itu, merujuk tambang Batu Hijau yang dioperatori PT Amman Mineral Nusa Tenggara yang baru diproduksi tahun 1999 meski ditemukan pada 1985.

Mencari cadangan baru di Papua dinilai sulit. Karena potensinya ada di bawah tanah yang lebih mahal dan rumit.

Sebagai informasi, Freeport telah menambang ore sebesar 1,7 miliar ton sejak operasinya dimulai di tahun 1967.

Tahun lalu, produksi tembaga Freeport tercatat 482,16 ribu metrik ton dan emas sebesar 1.061 ons (sekitar 33 ton). (CNN Indonesia)
Share To:

Taufiq Akbar Wardiana

Berita dan informasi dengan sudut pandang Islam

Post A Comment:

0 comments so far,add yours

Note: only a member of this blog may post a comment.